MALAM TERAKHIR Eps1
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2011.472 - 21.AGU
KRONOLOGIS KARYA » MALAM TERAKHIR EPS1 ± Laporan - Alam © Agus. Posted : 2011-03-15 : 19:58:08 (3408 hari -01:11:59 lalu) HITS : 2124 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () Editor
  RESENSI :
"Kang Agus merasa ada yang beda enggak malam ini....?". "Ya pasti beda, kalian sudah 3 malam dengan malam ini ya kan...?"
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
MALAM TERAKHIR Eps1 Agus« M

.--    Malam ini memang terasa beda.
Malam ini memang malam ketiga kami di Gunung Jati Cirebon, dimana sesuai target kami sampai 3 malam melakukan misi kami dalam mengali kekuatan energi suatu keyakinan. Sudah barang tentu pengukuran kekuatan energi tidak seperti pengukuran energi listrik dengan peralatan technologi yang mendukung. Kami akan melakukan analisis data berdasarkan kaidah-kaidah analogi mengingat energi yang ingin kami ketahui adalah energi rasa yang abstrak.
Pada malam ketiga ini memang sangat berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Cuaca terasa lembut, hatiku juga setengah bertanya.... yang ternyata pertanyaan itu dilontarkan Jeng Ayu.
"Kang Agus merasa ada yang beda enggak malam ini....?".
"Ya pasti beda, kalian sudah 3 malam dengan malam ini ya kan...?". Bung Is menyambar jawaban sebelum aku sempat mengomentari Jeng Ayu.
Kami masih terus berjalan menelusuri gang-gang sempit menuju tempat parkir kendaraan yang ada di ujung mulut masuk utama Situs Gunung Jati.
"Bukan begitu.... Rasanya ada yang beda aja....". Lanjut Jeng Ayu.
"Kan malam ini kita mau makan besar nich... heheh". Aku menyambar pembicaran sebelum Bung is menjawab.
"Ya salah... makan besar kok kita keluar area. Makan Gunung Jati tuh makan besar...".Canda Bung Is engan senyum tanpa nada.
Sepintas, aku merasa bahwa Bung Is sebenarnya senang humor juga. Tidak seperti tanpangnya yang serius 100%. Atau, ketika memberikan wejangan-wejangan di kantor. Ah... gak komentar ah... celetuk hatiku.
"Aku yang nyetir..?". Kataku sambil meminta kunci.
"Gak usah... kalian pasti masih ngantuk". Jawab Bung Is.
Aku duduk di jok belakang sedang Jeng Ayu aku suruh duduk didepan menemani Bung Is. Karena, Jeng Ayu sudah sangat akrab dengan Bung Is ketimbang aku yang baru kenal kurang lebih 7 bulanan.
Kendaraan mulai melaju dengan sangat halus maklum terawat dan ya.. ya tergolong mewah dengan interior yang serba kulit dan sound systemnya sungguh luar biasa...
Lagu pertama adalah lagu WALK AWAY yang dibawakan oleh Matt Monroe. Dengan tata sound yang apik sungguh memberi posana tersediri. Selanjutnya lagu Better Time artis Cantik Leona Lewis. Hmm aku kenal penyanyinya karena bukan hafal atau menyukai lagu-lagu itu melainkan aku membaca di layar yang terpampang di dashbord. Ketahuan nich...
Bung Is terus menjalankan kendaraannya dengan sangat amat menikmatinya. Entahlah, apakah menikmati kendaraanya atau musicnya atau keduanya. Jujur, pada malam ini hatiku jadi banyak bertanya... tentang Bung Is... tapi boleh toh... mengingat apapun adanya kami ada dalam satu wadah mutiarasukma. Ketika lagu ketiga, aku jadi kaget soalnya berbeda jauh.. dengan lagu sebelumnya, yaitu lagu Campur Sari - Didi Kempot dengan lagunya abang lambe.
Sejenak kemudian kendaraan belok kiri menuju rumah makan dengan satu gentong besar di depannya dengan tulisan Empal Gentong. Kemudian setelah menempatkan posisi parkir, kami turun dan masuk ke rumah makan yang cukup sederhana. Hmm aromanya sudah mengundang seleraku...
Aku duduk disamping Jeng Ayu biar kami bisa terus berhadapan jika ada hal penting yang ditanayakan.
Seorang pelayan setengah baya datang menghampiri kami menawarkan masakan. Aku pesan Empal Gentong demikian pula Jeng Ayu. Aku pesan karena diperintah Bung Is untuk memilih menu. Kembali aku tercengang ketika aku mendengar pesanan Bung Is yang hanya minta sayur asam dan lalapan sama sambel kacang tanah. Tapi keherananku hanya sebentar karena Jeng Ayu sudah menjelaskan bahwa Bung Is sebenarnya seorang vegetarian.
Kami bertiga akhirnya menikmati menu yang telah disajikan di malam ketiga kota Cirebon yang bagiku cukup indah dan penuh misteri.
Tidak banyak yang kami bicarakan pada saat makan bersama terlebih kami melihat Bung Is sedang menikmati sayur asam dan lalapannya yang terdiri dari daun singkong rebus, daun pace (mengkudu), serta bunga pohon turi (begitu dijelaskan Bung Is).
Sekitar satu jam kemudian, kami akhirnya kembali menuju Situs Gunung Jati dan kali ini aku diberi kepercayaan untuk menyetirnya.
Aku berusaha sebakmungkin membawa kendaraan Bung Is dengan mengingat tata cara mengemudi Bung Is ketika kami menuju rumah makan. Gumanku, mungkin tadi Bung Is tidak memberi kunci ketika aku mita karena ingin agar aku mempelajari terlebih dahulu bagaimana cara mengemudi Bung Is dikendaraan ini. Ya walaupun pada prinsipnya semua kendaraan sama, tetapi suka ada yang spesifik terlebih kendaraan berjenis matict seperti kendaraan Bung Is.
Tiba-tiba hp ku mengeluarkan nada tanda low battery. Spontan aku mengeluarkan hp ku dan Bung Is nyeletuk...
"Kamu rekam ya pembicaran kita...?".
Aku terkaget sebentar, lalu berusaha menguasai diri. Sementara Jeng Ayu mengisi kekosongan suasana.
"Memang Bung Is mau melanggar peraturan pertama mutiarasukma ya...?".
Aku melirik lewat spion, Jeng Ayu hebat juga nich guman hatiku.
"Peraturan pertama, mutiarasukma memberi kebebasan pendapat dan menuangkannya dalam berbagai bentuk karya seni dan sastra dengan tidak melanggar norma-norma susila, pornografi, dan tidak mengandung unsur sara yang dapat menghasut dan memecah belah kerukuran berbangsa, bernegara, dan beragama..". Lanjut Jeng Ayu dengan sangat lantang dan tegas.
Bung Is tersenyum, dan melanjutkan "Peraturan kedua, mutiarasukma menempatkan prasangka baik dan positif terhadap semua jenis karya seni dan sastra kecuali disebutkan pada semua kekecualian karya seni dan sastra pada ketentuan karya seni dan sastra".
Bung Is tersenyum lebar...
Aku tersenyum riang...
Jeng Ayu agak kecut.... "Nyindir nich..., aku berprasangka baik lho... cuma aku takut aja Bung Is tidak mengizinkan jika kami menuliskan semua yang kami temukan.. Soalnya, aku juga merekam pembicaran ini selepas kita makan tadi karena aku fikir Kang Agus tidak akan sempat merekam soalnya jadi supir.. hehehe....".
"Ya.. sudah semua sudah paham.. dan memahami. Hm.. kalau mau ditulis maka tulislah apa yang kalian lihat dan apa yang kalian dengar. Jika ada argumentasi pribadi atau ada interprestasi pribadi maka hal itu harus dilakukan konfirmasi dari sumber berita, sebab belum tentu interprestasi pribadi dapat menggambarkan maksud dan tujuan sebenarnya dari sumber berita". Demikian nasehat Bung Is ketika mobil kami menepi untuk mencari posisi parkir...
"Iya Bung, ada satu pertanyaan sebenarnya di hatiku. Pertama, lagu pertama dan susunan lagu-lagu yang ada di mobil kok mirip seperti lagu-lagu request Bung Anynomous...? Apakah Bung Anynomous itu adalah Byung is sendiri ya..?. Off the record aja". Tanyaku sambil mematikan semua fasilitas yang ada di kendaraan sebelum mematikan mesinnya.
"Justru saya sudah minta sama Jeng Chintia agar dapat memnghubnungi Bung Anynomous. Informasi terakhir memang Bung Anynomus tetap untuk tidak membuka diri tapi semua data yang dikirimkan benar adanya. Ya, jujur saja aya... walau aku seorang penulis tapi Bung anynomous kelihatannya memiliki kepekaan tersendiri dalam Seni Sastra. Cuma, ya itu karena namanya Anynomous maka dapat saja dia sebagai Saya, atau Kamu, atau Jeng Ayu, atau Bung Indra, atau yang lainnya. Tetapi, sesuai kesepakatan mutiarasukma untuk menghargai hak privacy dan hak pribadi sepanjang data itu akurat dan dapat dibuktikan kebenarannya maka tidak seorangpun berhak menghalangi karya seni dan sastranya. Ehmm. peraturan keberapa tuh Jeng Ayu..?". Tanyanya mungkin setengah menguji.
"Peraturan ke lima". Jawab Jeng Ayu bergaya... atau mungkin karena hendak membuka sepatu hak tingginya karena memang kami sudah sampai diteras Mesjid Gunung Jati.


Jawa Barat, 2011-03-15 : 19:58:08
Salam Hormat
Kang Agus

Kang Agus mulai gabung sejak tepatnya Selasa, 2010-12-28 19:18:37. Kang Agus mempunyai motto Mensyukuri Hidup
Filsafat : 3 Karya
Laporan : 4 Karya
Berita : 3 Karya
Puisi : 1 Karya
Opini : 2 Karya
Surat dari Hati : 1 Karya
Total : 14 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-13 | 18:46:09
DAFTAR KARYA TULIS Kang Agus
Isi Komentar MALAM TERAKHIR Eps1 472
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya MALAM TERAKHIR Eps1 472 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Jangan remehkan hati nurani. Jangan remehkan perbuatan baik sekecil apapun.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti