Di telapak kaki Ibu
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2013.4323 - 212.ABD
KRONOLOGIS KARYA » DI TELAPAK KAKI IBU ± Puisi - Cinta © abdulmalik. Posted : 2013-04-30 : 08:54:08 (2658 hari 00:06:09 lalu) HITS : 4430 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama Alfu Salam Sulis (3624) Editor
  RESENSI :
Masih tergiang petuah nasehatmu, Ibu. | Begitu lapangnya dermaga hati Ibu rumah tempat segla Do'a bermula mencari arah haluan ke pulau surga yang tak lebih mulia dari telapak kakimu.
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Di telapak kaki Ibu abdulmalik« gambar by ; google

.--    Sumber : abdulmalik masih tergiang petuah nasehatmu, ibu.

mungkin, sungai yang dulu mengalir di mata ibu,  
adalah samudera yang ku arungi kini
haluan nasehatmu, arah yang kutuju.


tak pernah lelah bersama nasehat ibu.

kujadikan kayuh dan biduk
membentang layar sehampar do'a 
yang kemarin ibu lepas berlayar.


di gemuruh deru buih dan ombak 
kurasakan ruh air susu ibu
mengalir deras di nadiku,
menetes di peluhku 
air mataku.


begitu lapangnya dermaga hati ibu
rumah tempat segla do'a bermula
mencari arah haluan ke pulau surga
yang tak lebih mulia dari telapak kakimu.



Sumatera, 2013-04-30 : 08:54:08
Salam Hormat
Abdul Malik

Abdul Malik mulai gabung sejak tepatnya Rabu, 2012-03-14 20:50:11. Abdul Malik dilahirkan di Medan mempunyai motto Aku adalah lelaki sederhana yang berpikir dan bertindak untuk menjadi lebih baik.
Puisi : 74 Karya
Sajak : 1 Karya
Pantun : 1 Karya
Total : 76 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-08-09 | 09:00:17
DAFTAR KARYA TULIS Abdul Malik
Isi Komentar Di telapak kaki Ibu 4323
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Di telapak kaki Ibu 4323 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Ingat yang perlu diingat, Lupa dengan apa yang harus dilupakan, Mengubah apa yang dapat diubah, terimalah apa yang tidak mungkin diubah.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti