sebentuk rasa
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.4067 - 257.KIK
KRONOLOGIS KARYA » SEBENTUK RASA ± Cerita Pendek - Public —» WITH VOICE Persembahan untuk mu with music background © kikilaraswati. Posted : 2012-08-22 : 18:34:15 (2988 hari -10:58:25 lalu) HITS : 1655 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () kumpulan puisi mutiarasukma0
  RESENSI :


Cuaca hari ini tampak tak begitu bersahabat.

Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
sebentuk rasa kikilaraswati .--   

Cuaca hari ini tampak tak begitu bersahabat. Langit diselimuti awan-awan hitam pertand hujan akan segera datang. Laras memacu sepeda motornya agar cepat sampai di tempat kerja. Dia bekerja di sebuah kantor penerbitan majalah ternama di Ibu kota. Sewaktu Laras sampai ditempat kerja, rekan kerjanya menyapa.
"Ras, baru sampai ya?" tanya Nuri.
"iya Nur. Pada hal tadi aku berangkat lebih awal dari rumah karena takut kehujanan dijalan. Tapi waktu baru sampai perempatan jajan yang menuju ke kantor, ban motorku bocor. Jadh aku terpaksa bawa ke bengkel dulu," terang Laras.
"kamu menuntun motor Vario sampai bengkel?" tanya Nuri.
"ya iyalah, masa bannya bocor masih tetap aku naiki. Kamu ini aneh-aneh saja pertanyaannya," ujar Laras.
"ya sudah biarlah berlalu kejadian tadi pagi. Sekarang kita harus mulai bekerja karena besok majalah akan terbit dan kita tidak boleh mengecewakan pelanggan," ungkap Nuri.
"baiklah, aku akan berusaha membuat isi dan tampilan majalah kita semenarik mungkin agar peminat majalah kita terus bertambah."
Laras dan Nuri bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Mereka tak pernah jenuh terhadap pekerjaannya walau terkadang mereka harus lembur sampai malam. Bayangkan saja, mereka bekerja dari jam tujuh pagi hingga jam lima sore. Sesekali mereka lembur kalau ada sosialisasi dari pimpinan redaksi atau mungkim mereka lembur karena pekerjaannya masih menumpuk dimeja kerja dan harus diselesaikan dengan cepat. Tapi Laras dan Nuri tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya. Semua rasa capek dibadan mereka akibat deadline yang seringnya mendadak seakan hilang setelah mereka menerima gaji dan menikmati waktu libur pada setiap akhir pekan.

Pekerjaan yang mereka jalani tidak membuat mereka lupa pada masa depannya. Masa depan untuk menikah, berumah tangga dan menjadi seorang ibu. Laras sudah mempunyai pacar untuk dijadikan suaminya kelak. Namanya Wahyu Permana. Laras selalu memanggilnya dengan sebutan 'mas Wahyu'. Keluarga mereka merestui cinta Laras dan Wahyu. Bahkan mereka sempat menyuruh keduanya untuk cepat menikah tanpa tunangan dulu. Namun Laras dan Wahyu menolak karena masih ada banyak hal yang harus dipersiapkan untuk masa depan mereka masing-masing.

Sore itu Laras pulang dari tempat kerjanya. Dia melihat Mas Wahyu sudah menunggunya di tempat parkir sambil bercermin dari spion motor mega pronya. Laras mempercepat langkahnya agar cepat sampai di tempat parkir.
"sudah lama ya M
as Wahyu menunggu aku di sini?" ungkap Laras.
"belum sayang. Mas baru saja tiba. Kamu lihat sendiri Mas tadi habis bercermin dispion," sahut Wahyu.
Mereka pulang berdua. Ketika dijalan, Mas Wahyu mengajak Laras untuk makan bakso didekat kompleks rumahnya Laras. Dia menyanggupi ajakan dari Mas Wahyu. Setelah tiba diwarung bakso, mereka memesan menu makanan yang sama. Satu mangkok bakso dan segelas es teh. Saat mereka sedang asyik makan bakso, tiba-tiba pandangan mereka tertuju pada seorang pengamen yang sedang bernyanyi diwarung bakso tersebut. Kehadiran pengamen itu rupanya memberikan suatu ide kepada Mas Wahyu untuk memberikan kejutan pada Laras.
"Ras, Mas punya kejutan untuk kamu. Mas harap kamu suka dengan kejutan dari Mas."
"memangnya Mas mau kasih aku kejutan apa?" tanya Laras penasaran.
"kalau Mas kasih tahu namanya bukan kejutan. Kamu tunggu di sini saja sambil menghabiskan baksonya."
"lantas Mas sendiri mau kemana?" tanya Laras.
"Mas mau ke pengamen itu." jawab Wahyu.
Wahyu beranjak dari tempat duduknya untuk menghampiri pengamen yang sedang bernyanyi menghibur pengunjung diwarung bakso 'sedap rasa'. Laras semakin penasaran dengan kejutan yang akan diberikan oleh kekasihnya itu.

Tak pernah terbayangkan dalam benak Laras kalau ternyata Mas Wahyu akan menyanyi untuk dirinya.
"selamat sore para pengujung warung bakso sedap rasa. Perkenalkan nama saya Wahyu dan itu pacar saya yang memakai baju biru,dia ada di sana dan bernama Laras," kata Wahyu saat memperkenalkan diri dan pacarnya.
Muka Laras memerah karena malu. Semua mata menatap Laras. Dia menundukan kepalanya, tidak membalas tatapan mata dari para pengunjung yang memperhatikannya.
"dengan alunan gitar ini, saya akan membawakan lagu untuk pacar saya. Semoga pengunjung di sini juga suka mendengarkan suara saya," pinta Wahyu.
Wahyu menyanyikan sebuah lagu yang berjudul tercipta untukku yang aslinya dinyanyikan oleh grup band yang bernama ungu.
"hmm, ternyata suara Mas Wahyu bagus juga," gumam Laras dalam hati.
Kemudian Laras menghampiri Mas Wahyu yang sudah selesai menyanyi.
"i love you my darling," tutur Laras.
"i love you too," balas Wahyu.
"cium . . .cium . . . .cium," sorak-sorai pengunjung.
Mata Wahyu cukup lama menatap wajah Laras. Mereka saling berpandangan, dan Wahyu seketika mencium keningnya Laras.


Laras merasa ada yang berubah dari Mas Wahyu. Laras rindu dengan Mas Wahyu yang selalu memanjakan dia dengan kedewasaannya. Dia curhat dengan Azmiy, salah satu teman kerjanya. Laras menceritakan semua uneg-unegnya, terutama tenta
ng perubahan yang ada dalam diri Mas Wahyu. Dengan senang hati Azmiy mendengarkan curhatnya Laras.
"kamu tabah saja Ras,aku yakin Tuhan punya rencana lain dibalik semua ini. Kalau memang Wahyu bukan jodoh kamu, berarti Tuhan telah menyiapkan pengganti Wahyu untuk kamu. Jadi aku rasa kamu tidak perlu takut kehilangan dia. Toh kita semua tahu bahwa jodoh, maut dan rizki adalah ketentuan Allah. Dan hanya Dia yang Maha Tahu," tutur Azmiy.
"terimakasih kamu sudah bersedia untuk menjadi pendengar setiaku. Beban pikiranku seakan berkurang setelah curhat sama kamu."
"iya Ras sama-sama," balas Azmiy.
Mereka kembali melanjutan pekerjaannya.

Tak ada hujan, tak ada angin tiba-tiba Wahyu menghubungi Laras saat jam kerja. Dia mengajak Laras untuk ketemuan di warung bakso yang dulu mereka makan bareng. Tempat yang mungkin punya kenangan sendiri untuk Laras. Laras penasaran dengan maksud pertemuan yang mendadak ini. Dia menemui Wahyu di tempat yang sudah dijanjikan. Ternyata Wahyu sampai lebih dulu dibandingkan dirinya.
"Ras, Mas mau minta ma'af sama kamu. Mas rasa hubungan kita cukup sampai di sini," ujar Wahyu.
Laras terkejut mendengar perkataan Wahyu. Dia menganggapnya hanya gurauan belaka.
"Mas cuma bercanda kan?" tanya Laras.
Wahyu hanya menggelengkan kepala, berarti itu sungguhan. Wahyu mau mengakhiri hubungannya dengan Laras.
"tapi mengapa Mas?"
Wahyu berdiam diri tak memberikan alasan yang pasti. Laras tampak sedih dengan kenyataan ini.
"sebentuk rasa yang aku miliki sudah mampu mengajarkan aku tentang arti sebuah cinta dan ketulusan. Aku rela dan ridho dengan keputusan Mas yang ingin hubungan kita diakhiri meski aku tak tahu penyebab semua ini. Aku tak pernah mengikat hati untuk selalu bersama Mas selamanya," ujar Laras sambil mengusap air mata yang mengalir dipipinya.
"sekali lagi ma'af Ras," kata Wahyu.
Wahyu berlalu dari hadapan Laras. Kata ma'af yang menjadi kata terakhirnya untuk Laras. Cinta mereka putus menyisakan misteri. Namun, sebentuk rasa yang sudah pernah terukir tetap akan terkenang dihati mereka masing-masing.


Jawa Barat, 2012-08-22 : 18:34:15
Salam Hormat
Kiki Laraswati

Kiki Laraswati mulai gabung sejak tepatnya Sabtu, 2012-05-05 19:29:34. Kiki Laraswati mempunyai motto
Cerita Pendek : 3 Karya
Filsafat : 1 Karya
Berita : 1 Karya
Surat dari Hati : 1 Karya
Puisi : 5 Karya
Total : 11 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-10-27 | 07:35:50
DAFTAR KARYA TULIS Kiki Laraswati
Isi Komentar sebentuk rasa 4067
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya sebentuk rasa 4067 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Hidup ini bagaikan cuaca, dapat diramal, tetapi sering mendapatkan hasil yang tak terduga
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti