Diary perempuan berhijab jingga.
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.3932 - 223.GIG
KRONOLOGIS KARYA » DIARY PEREMPUAN BERHIJAB JINGGA. ± Cerita Pendek - Keimanan © GigihSantosa. Posted : 2012-08-01 : 00:29:57 (2970 hari 13:36:47 lalu) HITS : 5647 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama Akhirya Gigi (6997) kumpulan puisi mutiarasukma0
  RESENSI :
Sang empunya wajah tampan tampak menjauh. Memalingkan diri dari seorang perempuan bernalar dan berbenteng pesan. Hari ini yang ada hanyalah aku dan dia. Bukan kami lagi.
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Diary perempuan berhijab jingga. GigihSantosa .--    20 maret : Berdua denganmu di malam ulang tahunku.
Cahaya berpendar ketika bibir saling berpagut. Ciuman sempurna. Aku menyebutnya kali ini. Pikiranku mulai meraba raba. Begitupun dirimu. Jujur aku ingin lebih. Ahh, kemana pergi nalarku yang selama ini ku gadang gadang. Celaka.
Waktu terus diam. Tak bersuara. Hening. Detik itu juga nalarku kembali. Plak! Kutampar pipi yang sedari tadi kubaui. Matamu bertanya, mengapa. Kubanting pintu, aku lari sekencang pawana dewa Bayu.


21 maret: Restless.
Keesokan hari. Hujan gerimis mengguyur kotaku. Dendang hujan tak ubahnya suara perkusi menghentak keras digendang telingaku. Pelan tapi pasti matahari mengeja pagi dengan terbata bata. Malas rasanya meninggalkan selimut tebal yang menghampar. Ingatanku kembali kepadamu. Entah apa yang kau perbuat sepeninggalku. Kali kali mungkin kau bercermin melihat pipimu memerah olehnya tanda jejak lima jari.
Tak terasa tanganku pun meraba bibir yang semalam engkau pagut. Entah ujung jariku atau bekas ciumanmu yang menyebabkan perasaan hangat itu kembali terayun.
Gelisah menyergap tiba tiba. Antara nalar dan kesyahduan berebut tempat di sebuah padang hati. Kembali mereka berjibaku perang tanding dalam pikiranku.
Akhirnya kunikmati setiap jengkal kerapuhanku hingga kutemukan lagi sebuah wajah tampan milikmu. Sialan. Aku benci sekaligus rindu kepadamu.


24 maret: "Kuno"
Setengah mati ku coba bertahan dengan apa yang ku banggakan. Inilah aku. Ketika dinding dinding bisa bicara, ketika lerai kelopak bunga padma gugur satu satu. Biarlah itu semua terjadi seiring bertambahnya umur dunia. Tapi maaf, semua itu tidak untuk diriku. Kesucian bagiku adalah segalanya. Sebagai wanita, apa yang bisa aku banggakan selain darinya?
Lebih mudah mencari sosok seperti dirimu dari pada sebuah ridlo dari Tuhanku.


27 maret : End.
Sang empunya wajah tampan tampak menjauh. Memalingkan diri dari seorang perempuan bernalar dan berbenteng pesan. Hari ini yang ada hanyalah aku dan dia. Bukan lagi kami.


30 maret : Hijjab.
Inilah kemenanganku. Aku sebut demikian karena hidayah~Nya terperam indah dihatiku. Setidaknya untuk hari ini. Tak tahulah apa yang akan terjadi ke depan, hanya saja aku ingin selalu berusaha. Berusaha gegap gempita menerima semua hujjahMu.


Aku,
masih saja tak seputih yang Engkau harap.
Sesekali hati dan pikiran masih teracuni gemerlap dunia.
Sejatinya imanku belumlah sekokoh keinginanMu.
Bilur-bilur keputusasaan senantiasa merayuku.


Dariku,
Takkan pernah berhenti berdzikir menyebut nama nama indahMu.

Yogyakarta, 2012-08-01 : 00:29:57
Salam Hormat
Gigih Santosa

Gigih Santosa mulai gabung sejak tepatnya Minggu, 2012-02-26 09:57:36. Gigih Santosa dilahirkan di Gunung mempunyai motto Hidup adalah jalan untuk kembali kepada Nya.
Cerita Bersambung : 9 Karya
Cerita Pendek : 14 Karya
Prosa : 1 Karya
Puisi : 6 Karya
Kisah Nyata non Privacy : 1 Karya
Total : 31 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-09-18 | 14:06:44
DAFTAR KARYA TULIS Gigih Santosa
Isi Komentar Diary perempuan berhijab jingga. 3932
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Diary perempuan berhijab jingga. 3932 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Komsentrasilah terhadap segala pekerjaanmu. Segala sesuatu tidak akan berhasil sampai Anda mendapatkan sebuah fokus.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti