Dalam Diam Aku Mencintainya
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.3777 - 257.KIK
KRONOLOGIS KARYA » DALAM DIAM AKU MENCINTAINYA ± Cerita Pendek - Cinta © kikilaraswati. Posted : 2012-05-29 : 20:27:29 (2962 hari -04:53:18 lalu) HITS : 1562 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () Editor
  RESENSI :
Memendam perasaan cinta memang tidak enak. Karena setiap orang pasti ingin orang yang dicintainya dapat dimiliki. Tapi apa boleh buat, tak selamanya apa yang diharapkan menjadi kenyataan
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Dalam Diam Aku Mencintainya kikilaraswati .--    Sumber : kiki laraswati Memendam perasaan cinta memang tidak enak. Karena setiap orang pasti ingin orang yang dicintainya dapat dimiliki. Tapi apa boleh buat, tak selamanya apa yang diharapkan menjadi kenyataan.

Nikmati minggu pagi yang diguyur hujan dari balik jendela. Putri ingat kenangan indahnya bersama Rizal,cinta pertamanya. Namun hanya dalam diam dia mencintai Rizal.

"Ya Allah, jika dia tercipta bukan untukku. Buanglah jauh rasa cintaku untuknya. Jangan biarkan aku merasakan sakitnya patah hati yang teramat dalam, meski aku tahu hanya dalam diam aku mencintainya. Aku pendam perasaan ini darinya dan hanya ada aku dan Engkau yang tahu tentang isi hatiku sebenarnya," suara lirih Putri.

Ketika Putri melamun, tiba-tiba terdengar suara yang mengagetkannya.

"Put, melamun saja. Hari masih pagi, bukan saatnya untuk melamun. Kamu melamun mikirin Rizal ya?" suara Ismi sambil menepuk bahu Putri yang sedari tadi berdiri memandangi tetesan hujan dari jendela. Putri tak menyadari kalo ternyata ada Ismi dikamarnya. Dengan enggan Putri menolehkan wajahnya sembari bertanya, "kok kamu tahu Is tentang Rizal. Kamu tahu dari mana?" Ismi tidak langsung menjawab pertanyaan Putri,karena dia takut Putri akan marah terhadapnya. Ismi tahu tentang Rizal dari diary Putri yang sempat dibacanya beberapa minggu yang lalu ketika Putri dirawat di rumah sakit karena terkena tifus. Ismi terus diam dan Putri terus mendesaknya supaya Ismi mau berkata jujur.

"kamu tahu dari mana Is tentang Rizal?" suara Putri mengulangi pertanyaannya lagi.

"oke Put, tapi janji yah jangan marah sama aku,"jawab Ismi.

"iya, aku janji,"tegas Putri.

"aku tahu Rizal dari diary kamu. Saat kamu di rumah sakit, aku tidak sengaja melihat ada diary dalam dekapan kamu. Lalu aku mengambilnya dan mulai membaca lembar demi lembar tulisan kamu," terang Isma dengan wajah penuh salah. Respon Putri mendengar penjelasan Isma hanya diam. Diam tanpa kata. Isma kira Putri marah karena dia telah membaca diarynya tanpa izin.

"kamu kok terdiam Put. Kamu marah sama aku?" sambung Isma.

"Is, aku percaya sama kamu. Aku berharap kamu bisa jaga rahasia ini. Aku tidak marah sama kamu kok,"jawab Putri penuh harap.

Rizal adalah anak seorang pegawai. Dia sekolah di sekolah paling fovarit dikotanya, Pemalang. Banyak cewek yang naksir dengannya karena ketampanan Rizal yang menawan.

"Is, tumben sendirian ke kantinnya. Putri kemana?" sapa Rizal.

"Putri dikelas saja. Katanya dia mau menyelesaikan tugas dari Pak Rizar,"jawab Isma.

"oh . . . Pak Rizar guru matematika," tukas Rizal.

"iya," jawabnya singkat.

Setelah membeli jajan di kantin, Isma bergegas kembali ke kelasnya. Tak lupa diam membawakan jajan dan minuman untuk Putri. Isma memang sahabat yang baik. Dia selalu bisa mengerti perasaan Putri. Mereka saling berbagi cerita dalam susah maupun senang. Dalam persahabatan mereka, mereka menjunjung tinggi nilai kejujuran walau terkadang jujur itu menyakitkan, tapi bagi mereka lebih baik disakiti oleh kejujuran daripada dibahagiakan oleh suatu kebohongan.

Akhir-akhri ini Putri sering melamun memikirkan Rizal. Ismi tidak tega melihat sahabatnya melamun terus. Dia berusaha untuk menghibur Putri agar bangkit dari lamunannya. Tapi hasilnya selalu nihil.

"life must go on Put, mau sampai kapan kamu akan melamun terus? Jujur saja tetang perasaan kamu terhadap Rizal. Katakan bahwa kamu cinta dia. Toh kamu juga tak pernah tahu hatinya Rizal, siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama seperti kamu," hibur Isma.

"aku memang mencintai Rizal meski hanya dalam diam. Aku pendam perasaan ini sendirian dan dia tak pernah tahu bahwa aku mencintainya. Aku tak mungkin melakukan apa yang kamu katakan karena aku lebih tahu masalah Rizal. Ma'af . . ."

"mengapa bisa begitu Put?," tanya Ismi penasaran.

"alasanku cukup simpel,aku tidak enak hati dengan orang tuanya Rizal karena beliau sudah sangat baik padaku. Apalagi ibunya Rizal,beliau sudah anggap aku seperti anaknya sendiri. Bu Keke adalah guruku dulu waktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar dan aku sering main ke tempatnya. Bukan untuk ketemu Rizal, melainkan menyambung silaturahmi antara murid dengan gurunya. Aku tidak mungkin merusak semua ini, " terang Putri.

Mendengar penjelasan Putri, Isma langsung terdiam. Tak sepatah kata yang keluar dari bibirnya. Hanya air mata yang menjadi sahabat terbaik mereka. Mereka menangis penuh haru.

Putri mengambil diary dari laci meja belajarnya. Dia menuliskan keluh-kesahnya pada lembaran-lembaran kertas. Diary berwarna biru muda dengan motif barbie seolah menjadi teman sepinya.

_Dear diary,

Cinta ini sudah menyita waktuku untuk selalu memikirkannya. Padahal dia belum tentu memikirkan aku yang mencintainya.

Diary, aku mengingingkan Rizal menjadi kekasihku, tapi apakah mungkin? Karena bagiku memiliki dia sungguh tidak mungkin, semua itu bagaikan mimpi dan aku tak bisa menggapai mimpi itu. Cukup dalam diam aku mencintainya. Aku tak ingin menodai ikatan yang sudah terbina sejak dulu antara aku dan Bu Keke. Tapi, apakah aku salah bila menaruh harap untuk dapat balasan cinta darinya???

Pemalang, 18 februari 2009

Putri._

Tak ada nyali dihati Putri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rizal karena Putri takut dengan kejujuran hatinya akan dapat merusak semua ikatan yang sudah ada.

Akhir-akhri ini Putri sering melamun memikirkan Rizal. Ismi tidak tega melihat sahabatnya melamun terus. Dia berusaha untuk menghibur Putri agar bangkit dari lamunannya. Tapi hasilnya selalu nihil.

"life must go on Put, mau sampai kapan kamu akan melamun terus? Jujur saja tetang perasaan kamu terhadap Rizal. Katakan bahwa kamu cinta dia. Toh kamu juga tak pernah tahu hatinya Rizal, siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama seperti kamu," hibur Isma.

"aku memang mencintai Rizal meski hanya dalam diam. Aku pendam perasaan ini sendirian dan dia tak pernah tahu bahwa aku mencintainya. Aku tak mungkin melakukan apa yang kamu katakan karena aku lebih tahu masalah Rizal. Ma'af . . ."

"mengapa bisa begitu Put?," tanya Ismi penasaran.

"alasanku cukup simpel,aku tidak enak hati dengan orang tuanya Rizal karena beliau sudah sangat baik padaku. Apalagi ibunya Rizal,beliau sudah anggap aku seperti anaknya sendiri. Bu Keke adalah guruku dulu waktu aku masih duduk dibangku sekolah dasar dan aku sering main ke tempatnya. Bukan untuk ketemu Rizal, melainkan menyambung silaturahmi antara murid dengan gurunya. Aku tidak mungkin merusak semua ini, " terang Putri.

Mendengar penjelasan Putri, Isma langsung terdiam. Tak sepatah kata yang keluar dari bibirnya. Hanya air mata yang menjadi sahabat terbaik mereka. Mereka menangis penuh haru.

Putri mengambil diary dari laci meja belajarnya. Dia menuliskan keluh-kesahnya pada lembaran-lembaran kertas. Diary berwarna biru muda dengan motif barbie seolah menjadi teman sepinya.

_Dear diary,

Cinta ini sudah menyita waktuku untuk selalu memikirkannya. Padahal dia belum tentu memikirkan aku yang mencintainya.

Diary, aku mengingingkan Rizal menjadi kekasihku, tapi apakah mungkin? Karena bagiku memiliki dia sungguh tidak mungkin, semua itu bagaikan mimpi dan aku tak bisa menggapai mimpi itu. Cukup dalam diam aku mencintainya. Aku tak ingin menodai ikatan yang sudah terbina sejak dulu antara aku dan Bu Keke. Tapi, apakah aku salah bila menaruh harap untuk dapat balasan cinta darinya???

Pemalang, 18 februari 2009

Putri._

Tak ada nyali dihati Putri untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rizal karena Putri takut dengan kejujuran hatinya akan dapat merusak semua ikatan yang sudah ada.

Di sekolah Rizal dikenal sebagai seorang siswa yang baik. Dia tergolong anak yang cerdas, tapi tidak sombong. Dia selalu membantu temannya disaat mereka membutuhkan bantuan, tak ada kata pilih kasih dalam membantu teman-temannya. Tak heran Rizal punya banyak teman disekolah. Guru-guru juga banyak yang mengenal dia karena sosoknya yang cerdas dan aktif dalam kegiatan sekolah. Sewaktu istirahat, Rizal disuruh Bu Lina untuk ke ruang guru. Akan ada pembekalan dari Bu Lina tentang materi lomba sains yang akan diikuti Rizal pekan depan. Tanpa sengaja ketika Rizal sedang berjalan dia menabrak Putri yang juga menuju ke ruang guru untuk mengumpulkan buku-buku tugas teman-temannya. Dan buku-buku yang dibawa Putri akhirnya berserakan dilantai

"Put, ma'af aku tidak sengaja, " ucap Rizal sambil membantu membereskan buku-buku tersebut.

"no problem," jawab Putri singkat.

"ya sudah, kita jalan bareng saja ke ruang gurunya because aku juga ke sana, " ajak Rizal.

"oke," Putri menganggukan kepalanya.

Betapa senangnya hati Putri karena dia bisa jalan bareng dengan Rizal. Mereka lalu kembali ke kelas masing-masing. Putri menceritakan kejadian jadi kepada Isma. Dengan sepenuh hati Isma menjadi pendengar yang baik buat Putri.

Pulang sekolah Putri mengajak Isma untuk ke rumah Bu Keke. Bukan untuk bertemu Rizal, tapi bertemu ibunya karena memang sudah lama dia tak berkunjung ke rumah Bu Keke. Sesampainya di sana, Bu Keke menyambut kedatangan mereka dengan ramah.

"Put, mari masuk. Ada apa ini kok sekarang baru main ke rumah Ibu?" tanya Bu Keke.

"ma'af Bu,sebenarnya aku sudah lama ingin ke rumah Ibu. Tapi banyaknya tugas-tugas sekolah membuat aku tidak punya waktu untuk bermain. Iya 'kan Is?" tutur Putri.

Ismi tidak menjawab pertanyaan Putri. Dia hanya membalas dengan sesungging senyum manisnya. Mereka tertawa ria bersama. Ketika mereka sedang asyik bercanda, tiba-tiba Rizal muncul dari pintu kamarnya dengan memakai kostum basket sekolahnya. Dia berpamitan untuk berangkat eskul basket kepada Ibunya. Pandangan Putri tertuju kepada Rizal sewaktu dia bersalaman dan mencium tangannya Bu Keke. Putri tak menyadari kalau ternyata Bu Keke memperhatikan sikapnya yang salah tingkah saat melihat Rizal berpamitan.

"Put, kok bingung lihat Rizal mencium tangan Ibu? Sudah begitu Ibu melihat mata kamu tak berkedip melihat penampilan Rizal. Kamu suka sama dia?" tanya Bu Keke.

"hmm, aku suka saja lihat cowok yang pandai main basket. Rizal termasuk yang menjadi favorit oleh cewek-cewek karena dia jago baskeknya," terang Putri.

Putri tidak mau jujur dengan perasaannya. Sebisa mungkin dia selalu menyembunyikan rasa cintanya terhadap Rizal. Dalam diam dia mencintai Rizal dan dia tak pernah membiarkan Rizal tahu tentang perasaannya.

Jawa Barat, 2012-05-29 : 20:27:29
Salam Hormat
Kiki Laraswati

Kiki Laraswati mulai gabung sejak tepatnya Sabtu, 2012-05-05 19:29:34. Kiki Laraswati mempunyai motto
Cerita Pendek : 3 Karya
Filsafat : 1 Karya
Berita : 1 Karya
Surat dari Hati : 1 Karya
Puisi : 5 Karya
Total : 11 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-08 | 15:34:11
DAFTAR KARYA TULIS Kiki Laraswati
Isi Komentar Dalam Diam Aku Mencintainya 3777
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Dalam Diam Aku Mencintainya 3777 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Ingat yang perlu diingat, Lupa dengan apa yang harus dilupakan, Mengubah apa yang dapat diubah, terimalah apa yang tidak mungkin diubah.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti