BELAJAR HIDUP DARI AKAR POHON
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.3613 - 246.UNI
KRONOLOGIS KARYA » BELAJAR HIDUP DARI AKAR POHON ± Filsafat - Exploitasi © uni. Posted : 2012-04-05 : 19:41:16 (3127 hari -11:36:19 lalu) HITS : 4724 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () Editor
  RESENSI :
Namun akar tak pernah iri, tak pernah kesal apalagi dengki. Diam dalam tanah tersembunyi, tak mengeluh, sabar dan ikhlas hati. Selalu tulus dalam memberi, tak berharap balas minta diberi.
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
BELAJAR HIDUP DARI AKAR POHON uni .--   

Akar sebuah pohon,
menopang kokoh batang dan ranting,
tuk menjaga pohon tak mudah tumbang.
Menembus tanah bebatuan keras,
penuh semangat tak henti mencari air,
demi memberi kehidupan sang pohon.

Waktu terus berlalu,
pohon telah tumbuh tinggi.
Tampak rimbun berdaun hijau asri,
berbunga warna-warni menawan hati.
Indah menampilkan elok pada dunia,
pesonanya mengundang puji jagat raya.

Namun akar tak pernah iri,
tak pernah kesal apalagi dengki.
Diam dalam tanah tersembunyi,
tak mengeluh, sabar dan ikhlas hati.
Selalu tulus dalam memberi,
tak berharap balas minta diberi.

@ salam Kiss _maj_05.04.2012 @

Jawa Tengah, 2012-04-05 : 19:41:16
Salam Hormat
Metamorfosis Anggrek Jingga

Metamorfosis Anggrek Jingga mulai gabung sejak tepatnya Kamis, 2012-03-29 19:12:53. Metamorfosis Anggrek Jingga mempunyai motto
Filsafat : 10 Karya
Puisi : 42 Karya
Berita : 18 Karya
Total : 70 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-10-27 | 08:04:57
DAFTAR KARYA TULIS Metamorfosis Anggrek Jingga
Isi Komentar BELAJAR HIDUP DARI AKAR POHON 3613
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya BELAJAR HIDUP DARI AKAR POHON 3613 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Orang yang Optimis menemukan kesempatan dalam bencana, Orang yang Pesimis hanya melihat bencana dalam setiap kesempatan
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti