Rahasia Mewujudkan Harapan
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.3572 - 63.NAT
KRONOLOGIS KARYA » RAHASIA MEWUJUDKAN HARAPAN ± Filsafat - Inspirasi © Nata. Posted : 2012-03-29 : 11:28:28 (3017 hari 04:59:54 lalu) HITS : 1892 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () kumpulan puisi mutiarasukma17
  RESENSI :
Dengan imajinasi yang didorong kekuatan kemauan akan tujuan mulia, harapan akan menjadi nyata.
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Rahasia Mewujudkan Harapan Nata« Document www.mutiarasukma.net - Merindukanmu

.--    Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah [2]: 186) - And when My servants question thee concerning Me, then (answer), I am indeed near. I was granted a person who prays when he pleaded with Me, then let's meet them (the commandments) and I let thembelieve in Me, so they are always in truth. "(Surah al-Baqarah [2]:186)

Seorang Penguasa mengadakan sayembara:”Barangsiapa yang sanggup berendam di kolam miliknya sepanjang malam akan dihadiahi pundi-pundi emas.” Sayembara ini sepintas terlihat mudah, namun saat itu adalah musim dingin, jangankan untuk berendam didalam kolam, berjalan diudara terbuka saja orang harus memakai pakaian khusus untuk mengurangi udara dingin yg menyusuk ketulang-tulang mereka. Walhasil, kelihatannya tak ada yang berani mencobanya.
Tetapi seorang miskin dari pelosok pedesaan, karena tak tahan dengan tangisan kelaparan anaknya, memberanikan diri mengikuti sayembara itu. Pundi-pundi emas membayang di pelupuk matanya. Bayangan itulah yang mendorong keberaniannya. Pengawal penguasa mempersilahkan dia masuk ke kolam perlombaan, sekejap saja orang miskin ini masuk ke dalamnya, ia langsung menggigil kedinginan. Giginya saling beradu, mukanya mendadak pucat dan tubuhnya perlahan meringkuk. Tiba-tiba ia melihat nyala api dari salah satu ruang istana penguasa. Segera saja ia bayangkan dirinya berada dekat perapian itu; ia bayangkan betapa nikmatnya duduk di ruangan itu. Mendadak rasa dingin di tubuhnya, menjadi berkurang perlahan dan hilang. Kekuatan imajinasi membuatnya mampu bertahan. Perlahan bayang-bayang pundi emas kembali melintas. Harapannya kembali tumbuh- his hopes to re-growing
Keesokan harinya, penguasa dimaksud dengan takjub mendapati si miskin masih berada di kolam istananya. Si miskin telah memenangkan sayembara itu. Penguasa penasaran dan bertanya “rahasia” kekuatan si miskin. Dengan mantap si miskin bercerita bahwa ia mampu bertahan karena membayangkan nikmatnya berada di dekat perapian yang ia lihat di sebuah ruangan istana.

Lalu apa istimewanya cerita tadi, dari sepenggal kisah itu sepatutnya kita bisa mengambil iktibar bahwa imajinasi dan harapan akan kehidupan yang lebih baik telah menjadi semacam stimulus untuk kita bisa bertahan. Ketika kesulitani menghadang, sekelompok orang menjadi panik tak karuan. Apa saja dilakukan mereka untuk mempertahankan kenikmatan hidup. Mulai dari menjadi penimbun BBM, menimbun barang, menjilat penguasa dan meniupkan isu kemana-mana. Norma agama telah dilanggar untuk kepentingan duniawi belaka. Akan tetapi, masih ada sebagian orang tetap tenang karena sudah lama badan mereka di “bumi” namun jiwa mereka di “langit” Ya mereka masih sempat menyuarakan kesulitan masarakat kecil melalui demo-demo yg sesungguhnya bukan untuk kepentingan mereka.

Jika saja kita mampu membayangkan bagaimana nikmatnya hidup di “kampung akhirat” nanti, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah. “Pundi-pundi kasih sayang Allahi” melintas dipelupuk mata kita. Bagaikan si miskin yang tubuhnya berada di dasar kolam, namun jiwanya berada di dekat perapian; bayangan “kampung akhirat” membuat kita tenang dan tidak mau melanggar norma agama. Dalam kisah si miskin tadi, Allah telah memberikan keridhaan-Nya sehingga ia mampu melawan dinginnya air kolam. Begitu juga kita yg mampu membayangkan kenikmatan akhirat tentu akan mampu melawan kuatnya godaan hawa nafsu, tidak akan pernah menjilat pada kepentingan penguasa (apalagi jilatan itu dibumbui sejumput ayat dan hadist) tetapi lebih berpihak pada kebenaran dan kemaslahatan umat manusia.

Ada seorang muslim yang berpuasa, rekan bulenya yang tinggal satu flat berulang kali mengetok pintu kamar hanya untuk memastikan apakah si muslim sehat. Orang bule itu tak habis pikir bagaimana si muslim bisa bertahan hidup dan tetap beraktifitas tanpa makan-minum selama lebih dari 12 jam. Rindu “kampung akhirat” menjadi jawabannya. Sama dengan herannya seorang rekan mendapati seorang muslimah di tengah musim panas (summer) tetap beraktifitas sambil memakai jilbab. Ketika ada yang bertanya, “apa tidak kepanasan?” Muslimah tersebut menjawab sambil tersenyum, “lebih panas mana dengan api neraka?”

Kenikmatan “kampung akhirat” rupanya jauh lebih menarik buat seorang muslim/muslimah.

Islam telah memberikan jalan bagi kita bagaimana mendekatkan diri kepada Allah.
Sholat wajib tepat waktu, selalu berdoa dan berdzikir kepada Allah. Dengan sholat, berdo'a dan dzikir kepada Allah, Inya Allah hati kita menjadi tenang, damai dan makin dekat dengan-Nya.
Sholat tahajud. Dengan sholat tahajud Insya Allah, kita akan mudah mendapatkan perasaan tenang, karena di tengah kesunyian malam didapatkan kondisi keheningan dan ketenangan suasana,yang tentu saja semua, itu hanya dapat terjadi atas izin-Nya. Pada malam hari, diri ini tidak lagi disibukkan dengan urusan pekerjaan ataupun urusan-urusan duniawi lainnya sehingga dapat lebih khusyu saat menghadap kepada-Nya.
Mengingat kematian yang dapat datang setiap saat. Kematian sebenarnya sangat dekat, lebih dekat dari urat leher kita dan dan jangan kita lalai bahwa kematian dapat secepat kilat menjemput.
Membayangkan tidur di dalam kubur yang sempit , gelap dan sunyi saat kita mati nanti. Semoga amal ibadah kita selama di dunia ini dapat menemani kita di alam kubur nanti.
Membayangkan kedahsyatan siksa neraka. Jangan kita lalai bahwa Azab Allah sangat pedih bagi yang tidak menjauhi larangan-Nya dan tidak mengikuti perintah-Nya. Ya Allah jauhkanlah kami dari siksa neraka-Mu, karena kami sangat takut akan siksa neraka-Mu.Ya Allah bimbinglah kami agar dapat memanfaatkan sisa hidup kami untuk selalu dijalan-Mu
Membayangkan surga-Nya. Kesenangan duniawi hanya bersifat sementara, sangat singkat dibanding dengan kenikmatan di akhirat yang tidak dibatasi waktu. Agar kita dapat selalu terjaga hingga tak pernah lupa mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dan Insya Allah diizinkan untuk meraih Surga-Nya.
Mengikuti tausyiah atau mengikuti pengajian secara rutin, Insya Allah... dengan mendengar tausyiah atau mengikuti pengajian, akan meningkatkan keimanan karena selalu diingatkan kembali utk selalu dekat kpd Allah . bukankah keimanan kita bisa turun atau naik, maka harus dijaga agar iman tetap stabil pada keadaan tinggi/ kuat dengan mengikuti tausyiah, pengajian dsb.
Bergaul dengan orang-orang sholeh, bukankah berada pada lingkungan kondusif dimana orang-orangnya dekat dengan Allah Insya Allah juga akan membawa kita untuk makin dekat kepada-Nya.
Membaca Al Qur'an dan maknanya (arti dari setiap ayat yang dibaca)Insya Allah dengan membaca Al Qur'an dan maknanya, akan menjadikan kita makin dekat dengan-Nya.
Menambah pengetahuan keislaman dengan berbagai cara, antara lain dengan membaca buku, membaca media FB (tentang pengetahuan Islam, artikel Islam, tausyiah dsb),atau melihat video Islami dll
Merasakan kebesaran Allah atas semua ciptaan-Nya seperti Alam Semesta (jagad raya yang tidak berbatas) beserta semua isinya.
Merenung atas semua kejadian alam yang terjadi di sekeliling kita (tsunami, gunung meletus, gempa dsb). Dimana semua itu mungkin berupa ujian keimanan, peringatan, atau teguran bagi kita agar kita selalu ingat kepada-Nya, mengikuti perintah-Nya. Bukan makin tersesat ke perbuatan maksiat atau perbuatan lain yang dilarang oleh-Nya.
Mensyukuri begitu besar nikmat yang sudah diberikan oleh Allah, jangan kita selalu melihat ke atas, lihatlah orang lain yang lebih susah. Begitu banyak nikmat yang diberikan oleh-Nya.Saat ini kita masih bisa bernafas, masih bisa makan, bisa minum, masih mempunyai keluarga, masih mempunyai apa yang kita miliki saat ini,masih mempunyai panca indera mata, hidung, telinga dan...masih bisa bernafas (masih diberi kesempatan hidup). Masih pantaskah kita tidak bersyukur dan tidak berterimakasih pada-Nya.
Disisa umur yg masih dianugerahkan-Nya, jangan kita hanya bekerja demi mendapatkan uang, karena akhirnya hanya uang yang akan kita peroleh. Bekerjalah demi meraih cinta dan ridha Allah. Bekerja jangan pula hanya untuk kebutuhan diri sendiri, tapi bekerjalah juga untuk kebaikan orang lain. Tunjukkanlah bahwa kita adalah para mujahid yang berjuang lewat pekerjaan kita, karena pejuang pada zaman sekarang bukanlah orang yang mengangkat senjata, melainkan orang yang bekerja dan berusaha menafkahi keluarga dengan tetesan keringat dijalan yg diridhai-Nya. InsyaAllah terbuka jalan meraih keridhaan-Nya atas setiap amal perbuatan kita.
Ya Allah kami mohon bimbingan-Mu agar kami dapat selalu muhasabahi atas semua kesalahan yang kami perbuat, meninggalkan larangan-Mu dan kembali ke jalan-Mu ya Allah.


Sumatra, 2012-03-29 : 11:28:28
Salam Hormat
Nata Heriadi

Nata Heriadi mulai gabung sejak tepatnya Rabu, 2012-03-28 07:41:31. Nata Heriadi mempunyai motto
Filsafat : 31 Karya
Surat dari Hati : 1 Karya
Opini : 1 Karya
Resensi : 1 Karya
Total : 34 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-02 | 16:28:22
DAFTAR KARYA TULIS Nata Heriadi
Isi Komentar Rahasia Mewujudkan Harapan 3572
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Rahasia Mewujudkan Harapan 3572 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Komsentrasilah terhadap segala pekerjaanmu. Segala sesuatu tidak akan berhasil sampai Anda mendapatkan sebuah fokus.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti