Bidadari Bersayap Patah
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2012.3425 - 223.GIG
KRONOLOGIS KARYA » BIDADARI BERSAYAP PATAH ± Cerita Pendek - Inspirasi © GigihSantosa. Posted : 2012-02-26 : 13:24:51 (3132 hari -09:00:34 lalu) HITS : 9156 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama ()
  RESENSI :
Tanpa hasrat, aku mau kemana lagi?Mati jiwadan kugali sendiri kuburkukuburan nelangsadimana diatasnya tiada bunga chrysant putihhanya tanah merahsemerah perih didada.
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Bidadari Bersayap Patah GigihSantosa .--    Tanpa hasrat, aku mau kemana lagi?
Mati jiwa
dan kugali sendiri kuburku
kuburan nelangsa
dimana diatasnya tiada bunga chrysant putih
hanya tanah merah
semerah perih didada.

Aku bukanlah laki2 cengeng, tetapi mau tak mau, mataku selalu berkaca bila membaca puisi terakhirmu. Lebih besar perasaan kehilanganmu dari pada makna yang dalam yang terlukis lewat goresan penamu. Itulah puisi terakhir darimu, yang kujumpai disebuah amplop putih tanpa garis, dibawah pintu kamar kostku, lima tahun yang lalu.

                                      ~~~~~~~~~~ooo0000ooo~~~~~~~~~~~

Telpon genggamku berteriak teriak nyaring, berulang ulang, melingkar lingkar, merambat ke semua sisi dinding dan plafon kamarku. Suaranya telah membunuh mimpi tawarku. Mataku mulai mengerjap, dan kulihat jam weker digital kesayanganku menunjuk angka 08.27, lirih ku mengumpat, mataku dalam 24 jam terakhir hanya merapat dua jam lebih sedikit, shiit!!
“Ya halo…ada apa Rud, loe tahu kan mata gue barusan terpejam?” ternyata Rudi, salah seorang teman kuliah yang meneleponku.
“Bro, cepet datang ke kampus, gak usah mandi, gak usah gosok gigi, buruan bro…sekarang juga” suara Rudi panik dikejahuan.
“Tenang man, tenang…ada apa sih Rud, loe kayak dikejar pocong aja, izzzii mann” masih sedikit malas kutinggalkan ranjangku sambil mengenakan celana panjang lusuhku, yang mungkin sudah seminggu melekat serasi didua juntai kakiku.
“Loe harus nyampai kampus sepuluh menit” suara rudi  mengeras.
“What? Why mann???
“Loe ntar tau sendiri”… dan Tep, telpon Rudi terputus.

Rudi juga bukan orang serius,  sifatnya hampir sepertiku, cuek, cenderung loe loe- gue gue. Tapi telponya kali ini beda. Pasti ada yang penting. Semenit kemudian, aku telah berlari kegarasi, kudapati motor kesayanganku masih kedinginan karena hujan semalam. Ku lempar mantel hujan yang mengerukupinya. Seketika motorku menderu, dan mulai ku tancap gasnya.
Jarak kostku dengan kampus memang tak terlalu jauh, tergolong dekat malah. Waktu yang kubutuhkan hanya lima menit lebih sedikit. Segera kuparkir motorku, sekelebat memang ada hiruk pikuk tak wajar dikampusku. Ada ambulan, mobil patroli polisi juga para pemburu warta yang obral jeprat jepret semau kunyuknya sendiri.
Belum juga gue beranjak dari parkiran, Rudi dan ceweknya Rita, juga ada Nena yang culun, serta Angga, Temenku yang paling ngganteng, mirip Roby Sugara, aktor 70-an, pada berlari menghampiriku.

Rita menangis, Nena tersedu sedu, dan aku…bengong. Angga memelukku kali ini, setelahnya, gantian Rudi.
“Sabar bro, umur manusia memang tiada yang tahu” bisik Rudi…Deg, jantungku serasa berhenti, segera pikiranku melayang kepada sosok seorang gadis. Hatiku berdesir kencang.
“Panca..???” gumamku lirih, mataku menembak lurus mata rudi. Rudi mengangguk, tak ada sebuah katapun meluncur dari bibirnya.

Aku segera berhambur, berlari.. melampui angin yang menggigil kedinginan, kudapati lembaran sempit berwarna kuning betuliskan police line, melingkari sosok yang telah diselimuti kain putih, darahnya masih berhambur disekitarnya, dan kain putih itu tak lagi putih, tetapi menjadi merah oleh darah yang tak pernah pampat.
“Pancaaaaaaaaaaaa……….” Teriakku histeris. Ku lompati police line, dan segera kutubruk sosok  yang telah terbaring diam untuk selamanya. Selanjutnya mataku mulai kabur. Kesadaranku menipis. Aku pingsan.

Dalam pingsanku, aku melihatnya murung, pelan pelan kakimu melangkah melewati balkon kampus lantai 4, kemudian ia melompati pagar pembatas gedung, sedetik setelahnya.. kau biarkan tubuhmu melayang jatuh tepat disebuah pelataran kosong yang ber cor tebal, hingga tak ampun lagi, ragamu tak kuat menahan hentakan keras yang terjadi.
Panca…, padahal kau tahu, kau bukanlah daun yang bisa melayang bebas terhempas angin saat lepas dari tangkainya. Dan saat ini aku sangat tahu bahwa kau menjatuhkan dirimu dengan segala kesengajaanmu.
Mungkin jalan itulah yang dimaui~Nya, yang kau maui, tapi bukan kemauanku.

Di akhir surat yang kau tinggalkan sebelum kejadian tragis itu terjadi, kau ungkapkan segala kesahmu, ketika penilaianmu ternyata terlalu salah terhadapku, kau merasa bahwa dirimu tak pantas untuk memilikiku.
Panca oh panca…, tahukah surprise apa yang akan aku tunjukkan padamu? Sebuah cincin yang terbungkus kotak merah serta berpita emas, ujud dari perasaanku bahwa aku sangat mencintaimu…… tapi semuanya terlambat panca… sudah terlambat.

Panca, namanya Panca Wati Styaning. Gadis cantik nan lembut, yang kulitnya bagai pualam bersinar, telah memilih jalanya sendiri. Memilih menyanyikan lagu duka nestapa, mengitari cakrawala dengan sayapnya yang patah, menembus batas langit terjauh, hanya berbekal asa yang menggumpal utuh, bukan tetek bengek yang lain.
Disini aku selalu mengingatmu, bahkan cinta kita masih tertancap dalam dijantungku.
Dan satu lagi, kepalaku telah mengingat mati lantunan puisi terakhirmu.

Tanpa hasrat, aku mau kemana lagi?
Mati jiwa
dan kugali sendiri kuburku
kuburan nelangsa
dimana diatasnya tiada bunga chrysant putih
hanya tanah merah
semerah perih didada.





Yogyakarta, 2012-02-26 : 13:24:51
Salam Hormat
Gigih Santosa

Gigih Santosa mulai gabung sejak tepatnya Minggu, 2012-02-26 09:57:36. Gigih Santosa dilahirkan di Gunung mempunyai motto Hidup adalah jalan untuk kembali kepada Nya.
Cerita Bersambung : 9 Karya
Cerita Pendek : 14 Karya
Prosa : 1 Karya
Puisi : 6 Karya
Kisah Nyata non Privacy : 1 Karya
Total : 31 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-09-23 | 04:24:17
DAFTAR KARYA TULIS Gigih Santosa
Isi Komentar Bidadari Bersayap Patah 3425
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Bidadari Bersayap Patah 3425 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Orang gagal banyak alasan
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti