Rasa Dalam Jiwa
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2011.3086 - 148.AND
KRONOLOGIS KARYA » RASA DALAM JIWA ± Puisi - Cinta © andi29. Posted : 2011-12-22 : 21:49:08 (3153 hari -12:33:58 lalu) HITS : 1544 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () kumpulan puisi mutiarasukma23
  RESENSI :
mengapa laut tak berdaun mengapa gunung menatap langit mengapa laut selalu biru mengapa serabut menopang pohon
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Rasa Dalam Jiwa andi29 .--    aksara hati
terukir di atas perca
menggurat keindahan pelangi
merangkai cahaya senja
di langit yang berwarna jingga

puisi tertulis
ungkapan bahasa jiwa
mengurai makna
indahnya rasa di lembah hati
menyibak rahasia di rimbunnya belantara

kumandang syair
menggetarkan gunung
mengoyak lembah
mencakar belukar nan hijau

mengapa laut tak berdaun
mengapa gunung menatap langit
mengapa laut selalu biru
mengapa serabut menopang pohon

mengapa mengapa dan mengapa

mengapa bertanya
mengapa tak melihat
mengapa tak mendengar
mengapa tak membaca

bacalah isyaratnya
dengarlah seruannya
sikapi bencananya
maknai ujiannya

Sulawesi Tenggara , 2011-12-22 : 21:49:08
Salam Hormat
Cahaya Hati Biruku

Cahaya Hati Biruku mulai gabung sejak tepatnya Rabu, 2011-10-19 09:20:29. Cahaya Hati Biruku dilahirkan di Pare mempunyai motto
Puisi : 260 Karya
Pantun : 2 Karya
Filsafat : 1 Karya
Total : 263 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-08-09 | 09:15:10
DAFTAR KARYA TULIS Cahaya Hati Biruku
Isi Komentar Rasa Dalam Jiwa 3086
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Rasa Dalam Jiwa 3086 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Dalam Kehidupan manusia, tidak hanya ada rasa kepahitan, tidak ada kesakitan yang selama-lamanya; tidak ada lubang yang tidak bisa dilangkahi, tidak ada kesulitan yang tidak bisa dilewati
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti