GADIS TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2010.295 - 12.UNT
KRONOLOGIS KARYA » GADIS TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN ± Puisi - Cinta © Untung. Posted : 2010-12-20 : 14:06:23 (3489 hari 03:31:22 lalu) HITS : 1875 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama kumpulan puisi mutiarasukma17
  RESENSI :
Bocah perempuan itu dengan rambut basah pertama di subuh hari,
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
GADIS TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN Untung« M

.--    Sumber : Abdul Wachid BS. bocah perempuan itu dengan rambut basah pertama di subuh hari, ia belum sepenuh mengerti, tapi mimpi malam hari adalah sebuah dunia yang menggetarkan.
tapi ia ingin bertanya, adakah, adakah sang pangeran akan menjemputnya, dan mengantarnya ke kastil-kastil tanpa suara pedang atau kelewang? ayahnya pernah berkata, di ujung pedang ada dunia yang lebih baik, dari ketakutan, dari darah yang ditumpahkan tanpa sekedar berkata, kebenaran mencecap buah maja. tapi ayah telah lama mangkat terkena pahitnya. dan bunda yang kini mengibarkan impian itu ke hutan-hutan.
tapi mimpi semalam, basah kesegarannya masih memekarkan kemarau hatinya, memberi kenyataan, ada dunia yang lebih baik dari hutan dan senapan.
gadis itu tersenyum di antara reruntuhan.


DKI, 2010-12-20 : 14:06:23
Salam Hormat
Untung Wijaya

Untung Wijaya mulai gabung sejak tepatnya Kamis, 2010-12-02 08:31:10. Untung Wijaya mempunyai motto Keberuntungan adalah package komplete dalam kehidupan.
Puisi : 5 Karya
Berita : 4 Karya
Total : 9 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-09 | 17:37:45
DAFTAR KARYA TULIS Untung Wijaya
Isi Komentar GADIS TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN 295
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya GADIS TERSENYUM DIANTARA RERUNTUHAN 295 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Bebaskan diri saat gagal, yang gagal itu peristiwanya, bukan Anda.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti