BERSANDAR PADA PILAR-PILAR
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2010.294 - 12.UNT
KRONOLOGIS KARYA » BERSANDAR PADA PILAR-PILAR ± Puisi - Sosial © Untung. Posted : 2010-12-20 : 14:01:28 (3596 hari -07:10:34 lalu) HITS : 1755 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama Bahasa Kalbu Titi Dj (283312) Editor
  RESENSI :
Ada masanya Tatkala lalu seorang tua dengan senyum beracun Setelah jaman Soekarno dan para petani itu Ratusan orang membentuk lingkaran penonton Ratusan orang sekaligus memainkan peran Mereka berlatih teater di antara Tangga-tangga gedung rakyat
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
BERSANDAR PADA PILAR-PILAR Untung« M

.--    Sumber : Abdul Wachid D.S. ada masanya
tatkala lalu seorang tua dengan senyum beracun
setelah jaman soekarno dan para petani itu
ratusan orang membentuk lingkaran penonton
ratusan orang sekaligus memainkan peran
mereka berlatih teater di antara
tangga-tangga gedung rakyat
bukan demonstrasi
tapi guru dan dosen latihan teatrikalisasi puisi
tentang teratai hidup di rawa-rawa
tentang senasib terjerembab di rawa-rawa
mereka mendadak menjelma penyair
minum angan dari kenyataan
menelan buah kepahitan
seseorang menguak keramaian
dengan mengutip anton chekov
"jika bangsa inginkan peradaban
sejahterakan guru"
“gaji kami bagai cacing kepanasan
perut kosong, mata kunang-kunang
hidup kami cukup tahu diri
tak nuntut yang bukan-bukan”
matahari menjadi latar
langit bening kebiruan digelar
sebuah puisi
melebihi seribu kavaleri
tapi dari kerumunan itu
oemar bakri dengan sepeda kumbangnya
bertuliskan, "dijual cepat dan murah
untuk mengembalikan gaji
lantaran mengundurkan diri
sebab mengikuti tugas istri ke lain propinsi"
orang-orang ribut
tapi bukan untuk berdebat
orang-orang ribut
justru buat sepakat
“interupsi!
bagaimana mungkin
buruh bekerja, mengembalikan keringat upahnya?”
aisiah, gadis yogya dari gadjah mada
dalam teka-teki hatinya bertanya :
bukankah beri upah buruhmu sebelum kering keringat
tapi kenapa keringat telah berlarat
hanya lantaran undurkan diri
seorang dosen dipaksa kembalikan upah keringatnya?
"astaga! ini lebih jahil dari abu jahal!"
gerutu seorang wartawan
"di mana itu?"
“di satu universitas yang mengatasnamakan umat”
orang-orang ribut
tapi bukan untuk berdebat
orang-orang ribut
justru buat sepakat
kami bukan bunga bangkai
tapi kembang teratai
kami bukan nyebar kata bangkai
tapi nuntut manusiawi yang tergadai
sungguh gedung rakyat menjelma teater
dan sejernih wajah bocah
guru merasa penyair
semoga sajak bukan menambah darah
aisiah masih bersandar pada pilar-pilar
ia tak mengerti
tapi mencoba mengangguk pasti
dan langit merekam segala itu dalam
gerimis yang gemetar
sementara itu berdentangan penonton lain
berlapis barikade dengan
gas airmata dan pentungan
tangan-tangan lalu angkat tangan
membentuk lingkaran
"mari bersulang!”
”untuk guru kita?"
“bukan!”
“untuk politisi?”
”bukan?”
”untuk polisi?”
“bukan!”
”untuk penyair?”
”apalagi!”
”habis untuk apa?”
“untuk teratai.”


DKI, 2010-12-20 : 14:01:28
Salam Hormat
Untung Wijaya

Untung Wijaya mulai gabung sejak tepatnya Kamis, 2010-12-02 08:31:10. Untung Wijaya mempunyai motto Keberuntungan adalah package komplete dalam kehidupan.
Puisi : 5 Karya
Berita : 4 Karya
Total : 9 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-10-24 | 06:50:54
DAFTAR KARYA TULIS Untung Wijaya
Isi Komentar BERSANDAR PADA PILAR-PILAR 294
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya BERSANDAR PADA PILAR-PILAR 294 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Apa yang saya kerjakan adalah mempersiapkan diri saya sampai saya tahu, saya bisa mengerjakan apa yang harus saya kerjakan.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti