TAK BISA DISELAMI HATI
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2011.2481 - 135.LAR
KRONOLOGIS KARYA » TAK BISA DISELAMI HATI ± Puisi - Cinta © laraswiss. Posted : 2011-10-07 : 21:14:12 (3194 hari -20:46:14 lalu) HITS : 1573 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () kumpulan puisi mutiarasukma22
  RESENSI :
Andaikan ku tersenyum
Apakah itu

Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
TAK BISA DISELAMI HATI laraswiss .--   
andaikan ku tersenyum
apakah itu biasa? apakah itu indah?
andai ku rajut kehidupanku
seperti benang yang takkan putus
apakah akan terganti…
saat kupeluk angin , udara, semua lari dariku
begitupun saat kusentuh air ia berlari menjauhiku
aku lazuardi biru dari timur menolak rasa menyimpan duka
mega merah itu begitu menentramkan
tapi sekaligus begitu meghinakanku
seakan aku orang yang sia-sia
dan yang kulakukan hanya bisa mengeluh
saat kuraba dinginnya malam
dia memelukku dan mengajakku tenggelam
di gelapnya di sunyinya pekat malam
aku lazuardi yang dingin, bisu, dan tuli
kuhapus jejaknya kabut di peluhnya hati
seakan kubuka luka lama itu

kembali menganga…..
dan mulai meringis menahan sakit
tak bisa di selami hati………

Jawa Barat, 2011-10-07 : 21:14:12
Salam Hormat
Lara Swiss

Lara Swiss mulai gabung sejak tepatnya Rabu, 2011-10-05 01:30:19. Lara Swiss mempunyai motto
Puisi : 12 Karya
Total : 12 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-05 | 00:27:58
DAFTAR KARYA TULIS Lara Swiss
Isi Komentar TAK BISA DISELAMI HATI 2481
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya TAK BISA DISELAMI HATI 2481 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Dalam Kehidupan manusia, tidak hanya ada rasa kepahitan, tidak ada kesakitan yang selama-lamanya; tidak ada lubang yang tidak bisa dilangkahi, tidak ada kesulitan yang tidak bisa dilewati
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti