Menjawab Keraguan Perihal Kenaikan Yesus Kristus Ke Surga
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2011.1079 - 7.MOY
KRONOLOGIS KARYA » MENJAWAB KERAGUAN PERIHAL KENAIKAN YESUS KRISTUS KE SURGA  ± Berita - Inspirasi © Moy. Posted : 2011-06-01 : 14:59:53 (3330 hari 02:07:43 lalu) HITS : 4764 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama kumpulan puisi mutiarasukma22
  RESENSI :
Hai orang-orang Galilea mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Menjawab Keraguan Perihal Kenaikan Yesus Kristus Ke Surga  Moy .--    Sumber : Narwastu Pembaruan Hai orang-orang Galilea mengapa kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke surga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga. (Kis.1:11)
Suatu hari Saya menerima pesan singkat via handphone (SMS) dari seorang rekan yang tinggal di kota Medan, Sumatera Utara. Tampaknya beliau sangat terguncang dan prihatin perihal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM ) beberapa waktu lalu. Isi SMS-nya seperti ini: “HORAS BAH!! BBM naik, hidup tambah SIMANUNGKALIT. PANDAPOTAN MANURUNG, banyak SIHOTANG. Hidup bagaikan mendaki TOBING, tak ada lagi HARAHAP. Kepala pusing sampai SIBUTAR-BUTAR, rambut rontok dan nyaris POLTAK. Jumlah rakyat miskin sudah PANGARIBUAN. Anak-anak nangis MARPAUNG-PAUNG. Otak sudah SITOMPUL, tetapi kita masih diminta sabar SITORUS. Jangan putus HARAHAP katanya, mintalah PARLINDUNGAN supaya BONAR-BONAR selamat. BUTET dah…

Kenaikan BBM dan Sembako memang mengguncangkan banyak rakyat. Tetapi kenaikan Yesus ke surga lebih dari itu karena mengguncangkan banyak orang untuk memahami perihal kenaikan-Nya. Ada yang beranggapan bahwa peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke surga, bukan peristiwa kenaikan-Nya secara lahiriah melainkan secara rohaniah (spiritual oriented). Tragisnya lagi, bahkan ada yang beranggapan bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke surga tidak realita dan mustahil terjadi (logical oriented). Bila ditelusuri lebih lanjut, masih banyak cerita lain yang bersifat dongeng tentang kenaikan Yesus ke surga, tetapi pada umumnya, cerita-cerita itu berangkat dari filsafat naturalis yang diasumsikan melalui fakta. Melalui tulisan ini saya merasa perlu untuk menjawab dan meluruskan empat asumsi keliru perihal kenaikan Yesus Kristus ke surga.

Kenaikan Yesus ke Surga Bertentangan Dengan Hukum Alam?
Kenaikan Yesus ke surga sering diasumsikan tidak ilmiah, karena bertentangan dengan hukum alam. Mana mungkin tanpa sayap atau gas udara orang dapat naik dan melintasi udara! Pernyataan seperti ini kerap dilontarkan sebagai maksud untuk melemahkan iman kepercayaan Kristiani. Bennedict Spinoza misalnya, yang terang-terangan menolak terhadap sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam dan sesuatu yang bertentangan dengan hukum alam dianggap mustahil dan tidak akan bisa terjadi. Benarkah demikian?

Dalam menanggapinya, saya menganjurkan agar kita bersikap obyektif bukan subyektif terhadap berita kenaikan Yesus ke surga tanpa mengasumsikan secara a-priori asumsi-asumsi keagamaan, keimanan dan praduga lainnya. Jangan pula kita serta merta mutlak mendasarinya secara filsafat tetapi secara teologi; bukan naturalis tetapi supranatural.

Menurut saya, Spinoza keliru karena berasumsi bahwa hukum alam tidak bisa berubah. Hukum alam bersifat umum. Oleh karena itu, hukum alam bisa saja berubah dan bila sesuatu yang tidak dapat berubah, bisa berubah maka berarti mempunyai pengecualian. Kenaikan Yesus ke surga adalah pengecualian hukum alam yang bisa saja terjadi dan kenaikan-Nya ke surga adalah suatu realita atau kenyataan yang bersifat historis.

Gambaran ini semoga membantu Anda untuk memahami lebih seksama. Apakah selalu jalan TOL itu bebas hambatan? Saya pikir tidak! Makanya ada yang mengartikan bahwa TOL itu singkatan “Toh Ora Lancar.” Petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memiliki otoritas untuk menghambat laju kendaraan yang melintas di jalan tol dikarenakan alasan perbaikan jalan. Demikian pula dengan Polisi yang berhak menghentikan jalan kendaraan, bahkan menutup jalan yang biasa kita lalui karena alasan tertentu. Memang semuanya itu tidak selalu demikian, inilah yang dinamakan pengecualian khusus dan pengecualian itu hanya dapat dilakukan oleh oknum yang berwenang dan memiliki otoritas. Allah adalah “Oknum” yang mempunyai wewenang dan otoritas atas alam semesta ini. Bila Dia menghendakinya, kenapa kita meragukannya dan beranggapan bahwa hal itu tidak mungkin bisa terjadi?

Kenaikan Yesus ke Surga Tidak Historis?
Lain lagi dengan Rudolf Bultmann. Bultmann menekankan bahwa hal-hal yang transenden tidak dikatakan sebagai historis. Kenaikan Yesus Kristus ke surga diasumsikan lebih dari suatu peristiwa biasa. Sesuatu yang tidak natural maka tidak akan bisa dibuktikan secara obyektif. Dengan kata lain, Bultmann hendak menegaskan bahwa kenaikan Yesus ke surga tidak historis, bukan bagian sejarah (space time) yang objektif. Kesalahan Bultmann karena menggangap bahwa sesuatu yang supranatural tidak bisa dinyatakan sebagai sesuatu yang historis, alasannya karena tidak bisa dibuktikan secara obyektif. Apakah memang sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara obyektif tidak menjadi bagian dari sejarah? Atau kemungkinan pembuktian Bultmann sendiri yang tidak obyektif? Bagaimana kita dapat menyatakan setan, dunia roh dan keberadaan supranatural lainnya tidak ada, bukankah mereka menjadi bagian dari sejarah kehidupan di dunia ini?
Kenaikan Yesus Kristus ke surga bersifat obyektif dan bisa dibuktikan! Banyaknya saksi mata yang melihat saat Yesus naik ke surga, bahkan kebanyakan dari para saksi yang melihat peristiwa kenaikan Yesus ke surga masih hidup hampir puluhan tahun setelah peristiwa tersebut (lihat 1 Kor. 15:6). Bukankah hal ini menjadi bukti historis yang memiliki validitas?

Kenaikan Yesus ke Surga Tidak Regular?
David Hume menegaskan bahwa seorang yang bijak selalu mendasarkan kepercayaannya berdasarkan bukti-bukti yang lebih banyak. Karena itu, jika seseorang itu bijak, ia tidak perlu percaya kepada hal-hal yang supranatural (misalnya: mujizat, kebangkitan orang mati atau kenaikan Yesus ke surga), karena hal yang supranatural itu tidak bersifat regular tetapi sifatnya sesekali (jarang), demikianlah asumsi Hume.
Hume rupanya keliru, karena bukti kejadian regular tidak selalu lebih besar dari peristiwa yang jarang (misalnya teori Big Bang tentang asal usul semesta dan teori tentang asal usul kehidupan). Peristiwa penciptaan alam semesta dan penciptaan manusia pertama Adam dan Hawa adalah peristiwa yang jarang, dan tidak terjadi terus menerus. Amatlah tidak bijak bila peristiwa penciptaan semesta atau penciptaan manusia dianggap tidak obyektif alias tidak menjadi bagian sejarah.

Peristiwa penciptaan alam semesta, dan penciptaan manusia adalah peristiwa yang jarang dan tidak terjadi terus menerus. Bila Anda tidak percaya bahwa makhluk hidup ada karena diciptakan maka Anda pasti menolak bahwa Tuhan adalah Sang pencipta. Atau jangan-jangan Anda sendiri seorang pengikut teori evolusi mutlak, yang mana semua makhluk hidup di muka bumi ini hasil proses evolusi. Kalau memang demikian, saya sangat menyayangkannya, karena Charles Darwin sang pelopor teori evolusi itu di akhir ajalnya malah membuat pengakuan bahwa dirinya masih sangat muda pada saat itu sehingga “kebacut” (terlanjur) dengan teorinya sendiri. Pada masa kini, para ahli ilmu pengetahuan hampir seluruhnya sepakat untuk menyatakan bahwa teori evolusi bukan ilmu pengetahuan, melainkan filsafat semata. Walaupun peristiwa kenaikan Yesus ke surga adalah peristiwa yang jarang namun bisa saja bukti kenaikan-Nya lebih besar dari pada peristiwa atau kejadian regular.

Kenaikan Yesus ke Surga Tidak Secara Fisik?
Yesus naik ke surga dengan tubuh kemuliaan atau tubuh kebangkitan. Tubuh kemuliaan atau tubuh kebangkitan dapat dilihat secara fisik dengan kasat mata. Seluruh saksi mata yang melihat dapat mengenali bahwa yang naik ke surga itu adalah Yesus Kristus karena kenaikan-Nya ke surga berwujud fisik bukan roh. Tubuh kemuliaan Yesus juga dapat diraba dengan tangan. Tomas dan murid yang lain dapat memegang tangan Yesus yang berlubang paku (lihat Yoh. 20:27-29) serta memeluk-Nya (Mat, 28:9). Apakah mungkin Yesus dapat dipegang dan dilihat dengan mata kasat oleh murid-murid-Nya jika seandainya tubuhnya bukan bersifat fisik?

Uniknya, tubuh kemuliaan yang berwujud fisik itu (maksud saya dapat dilihat dan diraba) tidak dapat dibatasi oleh ruang dan waktu. Makanya, ketika murid-murid berada di kamar yang terkunci Yesus tidak perlu meminta agar pintu dibukakan karena Dia dapat langsung masuk ke dalamnya (lihat Yoh. 20:19, 26). Inilah keberadaan “tubuh fisik” yang dipergunakan oleh Yesus ketika naik ke surga. Tentunya, tubuh fisik yang dipergunakan oleh Yesus saat Ia naik ke surga jangan pula diartikan seperti keberadaan tubuh fisik saya dan Anda sekarang ini.
Saya merasa yakin, pastinya Anda bingung saat memikirkannya, saya juga! Kalau Anda bingung itulah bukti bahwa Anda dan saya berpikir. Tetapi saya berharap kebingunan yang Anda pendekatan logika. Berkali-kali dalam Alkitab diperintahkan agar kita percaya kepada Allah serta karya yang diperbuat-Nya. Allah bukan untuk dimengerti, melainkan untuk dipercayai. Sesuatu yang yang merupakan misteri bukan berarti tidak ada. Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan intelektual manusia, maka misteri itu akan terjawab pada akhirnya.

Kesimpulan
Kenaikan Yesus ke surga merupakan realitas dari kenyataan sejarah yang tidak perlu diragukan lagi keberadaannya. Beberapa aspek di bawah ini menjadi argumentasi untuk menolak keraguan yang ada.

Pertama, adanya peristiwa atau event yang benar-benar terjadi. Peristiwa ini disaksikan bukan oleh sedikit orang tetapi oleh banyak orang. Banyaknya saksi mata yang menyaksikan kenaikan Yesus ke surga sebagai bukti validitas yang tidak perlu diragukan peristiwanya.

Kedua, adanya informasi dari sumber yang dapat dipercayai, yaitu: Yesus Kristus sendiri, Malaikat Tuhan dan informasi Alkitab. Saya percaya bahwa Yesus bukanlah Pribadi yang suka berdusta. Perkataan dan ajaran-Nya tentang kenaikan-Nya ke surga adalah kebenaran absolut yang tidak perlu diragukan keabsahan-Nya. Malaikat Tuhan juga memberi informasi yang pasti. Malaikat adalah utusan Tuhan yang memberi kontribusi tentang peristiwa kenaikan Yesus ke surga (band. Kis 1:9). Alkitab sebagai Kitab suci yang berisi kebenaran tentulah informasi Alkitab perihal kenaikan Yesus ke surga tidak perlu disangsikan. Alkitab adalah firman Allah tanpa salah. Amatlah tidak bijaksana alias naif bin bodoh bila kita masih juga meragukannya.

Ketiga, adanya pemberitaan tentang kenaikan-Nya yang diyakini oleh gereja mula-mula. Dan kenaikan-Nya ke surga menjadi dasar pemberitaan hamba-hamba Yesus Kristus atau gereja Tuhan di mana saja berada. Peristiwa kenaikan-Nya ke surga juga menjadi penghiburan bagi kita, bila mana Yesus berpulang ke surga, maka Ia sudah menyediakan tempat bagi kita. Bahkan kelak Ia akan menjemput dan membawa setiap orang yang percaya kepada-Nya ke rumah Bapa dan menikmati keindahan dan suasana surgawi. Haleluya, Gloria in excelsis deo. n

Pontianak, 2011-06-01 : 14:59:53
Salam Hormat
Sui Lan

Sui Lan mulai gabung sejak tepatnya , 0000-00-00 00:00:00. Sui Lan dilahirkan di Pontianak mempunyai motto Jangan pernah menyerah pada satu kadaan. Tuhan Maha Pemurah
Puisi : 1 Karya
Sejarah : 1 Karya
Lyrict : 2 Karya
Filsafat : 3 Karya
Berita : 2 Karya
Total : 9 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-13 | 17:07:36
DAFTAR KARYA TULIS Sui Lan
Isi Komentar Menjawab Keraguan Perihal Kenaikan Yesus Kristus Ke Surga 1079
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Menjawab Keraguan Perihal Kenaikan Yesus Kristus Ke Surga 1079 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Kunci kesuksesan adalah bagaimana kita merespon kegagalan.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti