Anakku Serahkan Nyawa di Palu...
The Power to be your best ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita

2011.1037 - 84.BAY
KRONOLOGIS KARYA » ANAKKU SERAHKAN NYAWA DI PALU... ± Berita - Keadilan © Bayu. Posted : 2011-05-26 : 16:04:15 (3339 hari 04:07:14 lalu) HITS : 2372 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama kumpulan puisi mutiarasukma21
  RESENSI :
MAKASSAR, KOMPAS.com — Dua korban tewas dalam penembakan anggota kepolisian
Mutiara Sukma Situs Karya Seni dan SastraKarya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
Anakku Serahkan Nyawa di Palu... Bayu .--    Sumber : Glori K. Wadrianto MAKASSAR, KOMPAS.com — Dua korban tewas dalam penembakan anggota kepolisian yang bertugas di BCA Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), Bripda GustiarYudisthira dan Bripda Andi Irbar, tiba di Makassar, Kamis (26/5/2011) siang.

Ibu korban histeris saat melihat jenazah tiba di ruang kargo Bandara Sultan Hasanuddin. Serah terima jenazah dipimpin langsung oleh Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal (Pol) I Made Dewa Parsana.

Nurhayana tak kuasa menahan beban tubuhnya. Dalam keadaan terpapah, ibunda Bripda Andi Irbar, satu dari dua korban insiden penembakan, meratapi peti mati putranya.

Nurhayana menanti kedatangan pesawat Lion Air tujuan Palu-Makassar tiba di Bandara Sultah Hasanuddin sejak pukul 08.00 Wita. Di samping Nurhayana, suaminya AKP Basir Jafar kerap kali bergumam menyesali kepergian putranya. "Anak pergi menyetor nyawa di Palu.... Kenapa begitu cepat dia pergi," ujarnya terisak.

Menurut Nurhayana, sebelumnya Andi Irbar sempat pulang ke Makassar untuk beberapa hari. Sang ibu sempat menahannya untuk tak kembali ke Palu. "Saya memintanya seminggu di Makassar, tak tahunya beberapa hari di Palu, dia tewas tertembak," paparnya.

Kesedihan mendalam membuat Brigjen (Pol) I Made Dewa Parsana menghampiri mereka dan mengucapkan belasungkawa. Kedua orangtua Andi Irbar hanya bisa mengangguk pasrah mendengarkan pernyataan I Made.

Begitu jenazah tiba di ruang kargo, tangis Nurhayana pun pecah. Peti jenazah yang diselimuti kain bendera Merah Putih pun dipeluknya. Tiga anggota polwan kewalahan menenangkannya.

Saat upacara serah terima akan digelar, Nurhayana pun dipapah keluarga menunggu di mobil ambulans. Begitu pun dengan AKP Sri Bulan, ibunda Bripda Gustia Yudisthira. Kedua ibu yang sama-sama kehilangan putranya itu pun saling berpelukan meluapkan emosi kehilangan orang yang mereka cintai.

Seusai serah terima, keduanya langsung dibawa ke rumah duka Sultan Abdullah Asrama Polisi Tallo dan Aspol Perwira Polda Pa'baeng-Baeng Makassar.

Kedua korban adalah putra anggota Polri. Bripda Gustiar Yudisthira adalah putra dari AKP M Ali Lantara, perwira Reskrim, dan AKP Sri Bulan, perwira Biro Ops Polda Sulsel. Sementara Andi Irbar adalah putra dari AKP Basir Jafar, perwira PJR Polda Sulsel.

DKI, 2011-05-26 : 16:04:15
Salam Hormat
Bayu Guna Arta

Bayu Guna Arta mulai gabung sejak tepatnya Kamis, 2011-05-26 15:51:22. Bayu Guna Arta mempunyai motto Mencoba lebih baik daripada tidak.
Berita : 2 Karya
Total : 2 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2020-07-16 | 20:11:29
DAFTAR KARYA TULIS Bayu Guna Arta
Isi Komentar Anakku Serahkan Nyawa di Palu... 1037
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya Anakku Serahkan Nyawa di Palu... 1037 di Facebook



Terimakasih
KASTIL CINTA KU ,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Kehidupan ini tidak seindah yang kamu bayangkan, tetapi tidak juga seburuk yang kamu pikirkan
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti