Mutiara Sukma 31 Mei 2020 Sepenggal kisah
dari lorong kehidupan
tentang dua anak manusia
memadu kasih dalam jerat asmara

Kasih berpadu
tiada kendali oleh belenggu rasa
meneguk candu dalam secawan

Angin membelai raga
tiada menoleh kanan dan kiri
akan derita pilu wajah tak berdosa
di campakkan, di hempaskan

Adakah nurani yang tersisa
ataukah tak ada lagi rasa
masihkah cinta di agungkan
bila cinta tanpa makna

Wajah wajah tak berdosa
menangis pilu di depan pintu
menjerit oleh dingin mencekik
melolong oleh lapar yang menyiksa

Dimana ayah
yang mengajariku tanggung jawab
dimana ibu
yang mendekapku penuh kasih

Tuhanku
aku siapa
aku dimana
tak tau siapa
pada siapa mengadu

separuh nafas menahan perih
segenggam duka menyimpan dendam
selaras nafas menekan amarah
sekelumit rasa memendam kecewa

Pada bulan aku bertanya
kehangatan yang di agungkan
pada mentari aku berkisah
tentang bara sepanas teriknya

Aku tercampakkan di lembah belukar
penuh duri dan jurang terjal
masihkah aku bisa menggapai
hari esok dengan harapan pasti

Aku yang terhina
aku yang terbuang
aku yang terhempaskan
aku yang kecewa

Adakah dosa di atas dosa
ketika sosok tak berdosa berlatar cinta
mengerang menahan pedih menjalani hidup antara ada dan tiada

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2012-02-25 03:52:45>

Dibaca terakhir : 2020-05-29 19:01:06