Mutiara Sukma 08 Juli 2020 Pinjami aku alas kakimu sekali lagi
untuk aku berpijak pada lumut basah ini.
Lubang di kaki langit masih terlampau jauh bagiku.
Soronglah punggungku dengan lenturnya jiwamu

Aku bisa sampai di lembah ini berkat kearifanmu.
Aku bisa menatap gunung biru ini atas keagungan jiwamu
Ketika lutut ini terasa tak bertulang lagi
Kau kerahkan barisan serdadumu untuk menanduku

Kalaulah ada duka yang terlampau,
bagilah separuhnya padaku.
Kalaulah ada bahagia yang kau reguk,
Tak usah kau pikirkan untuk membaginya padaku

Berhentilah kau dari berkerut kening
Minumlah seteguk nira yang aku tiriskan
Hari ini bukanlah muara pemberhentian bagimu
Mengapunglah di arus sungai bersama teratatai putih

Dan kini...
Aku tahu yang kau inginkan
Saat sinar matamu mengisyaratkan kesenduan
Kerinduanmu akan kemesraan yang kau impikan
Sepertinya makin jauh dari genggamanmu
Aku tahu kau mampu memecahkan selubung hitammu
Tapi bukan itu yang kau dambakan
Kau di rindukan oleh apa yang selalu melekat di hatimu
Tapi kau bertahan, berdiri disini dengan tegarmu

Jangan kau halangi kekagumanku padamu
Tunjukkan pada semua tentang harapan2 indahmu
Menangislah, menangislah tuk sekelompok bangau yang terbang
Ikutlah, menarilah di ketinggian langit bersisik awan
Beri aku alasan tuk selalu berguru padamu
Kalau derita bagimu adalah sebuah kemanisan
Kalau kelelahan bagimu adalah sebuah hiburan
Maka, jangan pernah berhenti menjadi pengasuhku...!!!

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2011-11-03 15:57:37>

Dibaca terakhir :