Mutiara Sukma 12 Desember 2019 aku menghukum hati sendiri
melayukan kayu apit yang tdk bisa mendengar jerit
ku ingin pulang
mematuh suka apa yang kuharap
kupasung rencana
untuk nanti sebagai bekal-mu
ku cari dengan sulam pelakat yang ku rinai
lihatlah...
terdapat surat diatas langit
yang ku asungkan sebanyak jaring jaring yang lebar
mengayam kecil agar kabut tak terselip lubang hamparan

aku ingin pulang,
kembali suci pada nadir yang sudah ku resapi
mensari inti sehalus derita dalam diam-ku

aku rindu
seperti luka menimang setanggi
ku berfikir ulang
seketika luka menghitam menitik dera yang ada padamu

ini cerita ku
serpihan peduli pada cinta yang ku genggam
ku bidik resah disaat juang ku tak luput malu

aku tak tahan melihat derai

menitipiskan semua apa yang kau pejamkan
aku tak tahan melihat pedih
melenturkan sabarmu dari setia yang berjarum

maka kucari sandaran hati
ketika jaring malah tak membuahkan hasil
malah kabut yang menggumpal pekat
berhasil menyelimuti anyaman sulam yang ku buat

engkau marah
aku pun pergi
bukan untuk melupakan sutera benang emas yg kau rajut
namun
mencari sekawanan awan
untuk melibas kabut yg terjaring

entah
akan kah engkau mengerti
atas semua layar langit ber kisah

bukan aku menyerah
nanti
akan ku ceritakan
ketika engkau memanggilku pulang
Disetiap pesanggrahan pesanggrahan kejam
yang membentuk stiap kelam-ku

Aku ingin putih melibas sejuta gumpalan kabut
nanti dalam detik mustari
ketika mataku tertutup
berusaha
menatap harapan terakhir

aku akan berbaring
berharap di pangkuanmu
melihatmu memeluk
terhentak haru
menangis tersedu sedu

bukan mimpi,
ini janjiku
aku akan pulang
Disaat engkau memanggilku sebutan kekasih

~PangeranCinta~2011

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2011-10-18 22:18:04>

Dibaca terakhir :