Mutiara Sukma 12 Nopember 2019
demi pagi yg slalu setia menghantar hari..
pun demikian nyanyian hatiku pada puisi…
membagi ke akuan dalam catatan hati…
agar setidaknya aku tak mati terbunuh sepi…

bila syairku adalah munajat..kuharap lantunnya mampu menyentuh langit..
agar kiranya yang Berkehendak hembuskan anugrah surga pada tiap-tiap asanya…
dan lalu bila puisiku adalah waktu..kan kuhantar hingga digerbang senja..
menjemput renungan malam..hingga waktu berarti diam..


“sungguh tiada kata indah selain untai doa..dan tiada harapan yg baik
selain keberserahan..lalu mengapa harus ada hati yg terbeban oleh
tiap-tiap keinginan,seperti mereka yg bijak pernah berkata,hidup adalah
pilihan..namun pilihan yg telah dipilihkan..

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2011-10-07 21:10:03>

Dibaca terakhir : 2019-11-09 16:26:30