Mutiara Sukma 14 Nopember 2019
by Purna Dewa Siloka
Ya Ilahi,
dalam kesunyian yang kau berikan
dikeremangan malam
sujud syukur ku persembahkan kehadiratMU
dan menghatur salam perjumpaan

warna cerita dalam kehidupanku
merupakan sebuah perjuangan
hingga akhir masa hidup
untuk sebuah amanahMU

Ya Habibie,
sebuah pertemuan adalah tujuanku
kerinduan seorang insan
pada kekasih yang tinggi
tiada berkesudahan

jika maut sebagai pengganti pertemuan
aku relakan diriku dicabut
dengan seribu pedang
atau cabutan dahsyat sang kekasih

Ya Rahman,
nafasku bersambung-sambungan
beriring-iringan naik turun
diantara nama dzat kekuasaan
dan dzat kasih sayang

harapan cinta dan rindu
takkan pernah pupus
walau zaman ingin merenggutku
dengan cakaran-cakaran tajamnya

Ya Ilahi, Ya Habibie, Ya Rahman
dalam diamku
dalam sepiku
dalam malamku
selalu ada rindu padamu.

Ya Huwa,
kau antara ada dan tiada;
dalam ruang tiada batas,
dalam masa tiada hingga,
dalam hati tiada tempat

Ya Awwal,
mencintaimu lebih baik;
daripada mencintai seribu rembulan
yang bersinar dengan purnama satu
dan memeluk matahari yang sinarnya
dapat membakar sekujur tubuhku

kau bikin aku dari tanah suci
dengan tangan halusmu
sehingga aku jadi; sejadi jadinya,
manusia yang berhati

Ya Akhir,
dalam peradilanmu;
ada wajah-wajah berseri
masuk dalam pelukanmu
dan hilang dalam cinta kasihmu

dalam peradilanmu;
ada wajah-wajah menangis
tiada rindu, cinta, kasih,
tapi sebuah penyesalan berkekalan

Ya Dhohir,
dalam dadaku;
tergambar arti sebuah dunia
beserta isinya;
hilir mudik tak tentu arah
mengikuti sakwa sangka,
membebani jiwa,
mengukir dendam,
ragu dan tawa murka.

Ya Bathin,
peraduan yang kau berikan
sungguh tiada terkira indahnya,
tertata rapi berlapis emas permata
bagi seorang faqir yang hina dina
dalam ada dan tiada

Ya huwa al-awwal wal-akhir wadh-dhohir wal-bathin.
Lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minadholimien.

Wahai Dzat yang Kudus,
jadikanlah sebuah pohon
dimana terdapat dahan-dahan cinta
yang tertanam kokoh dengan akar keimanan
dan daun-daun kemesraan

Wahai Dzat yang Agung,
aku tak ingin terlelap dalam malam
yang membuatku mati rasa
hingga melupakan jagaku
tuk mencari keabadianmu

Wahai Dzat Wajibal-Wujud,
keindahanmu mempesonakan diriku
membuatku ingin lari dan meraih
tangan-tangan kebesaranmu
mendekap erat tubuhmu
sampai jadi batu bisu

Wahai Dzat yang menjadikan Nur,
jadikanlah perahu yang memuat cintaku
karam dalam samudera kecintaanmu
membeku didasar lautan emas
Nur dan Hidayatmu

sehingga aku melupakan semua
kenikmatan yang hanya sekejapan
dan kembali bersamamu
berkasih-kasihan dengan Mahabbahmu

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2011-10-06 03:45:03>

Dibaca terakhir : 2019-11-14 17:03:54