Mutiara Sukma 11 Desember 2019 Ketika subuh baru saja aku lewati,
terbersit akan suatu traadisi beberapa daerah di dalam negeri,
akhirnya aku coba tulis CELOTEH MENJELANG PAGI
siapa tahu menjadi INSPIRASI
Aku asli pribumi,
yang kebetulan ada kesempatan untuk mengenali negeri,
lalu mencoba untuk mengerti,
dan memperkaya INSPIRASI.
Kebetulan aku sempat dapat hidup di kota Bandung Kota Kembang,
dalam waktu yang cukup panjang,
tutur kata dan bahasa,
laksana bunga yang bermekaran.
Kebetulan aku punya teman dan sahabat,
asli dari sulawesi kepulauan Selayar,
jika bicara memang sangat lantang,
tetapi hatiya tulus dan apaa adaanya,
hanya,
telingaku sering mengartikan,
laksana berbicara dengan dua pribadi yang berbeda.
Ketika pada satu kesempatan baru
aku dapat berjalan-jalan panjang di kota Dewata Bali,
aku suka duduk-duduk diantara pasir setiap pagi,
dan,
aku bingung karena aku tak mampu membedakan
antara budaya dan agama,
laksana larutan yang bercampur sempurna.
Ketika di Maluku,
aku sempat cukup waktu bergaul,
yang mencatat pandangan mata ini,
sebagai salah satu kekayaan pertiwi.
Sekarang aku disini,
mencoba merangkai dan merenda butir-butir mutiara bangsa,
karena siapa lagi yang akan mencintai negeri ini,
jika bukan kita

Sumber :

Redaksi Mutiara Sukma 2011-07-24 05:24:25>

Dibaca terakhir : 2019-12-10 14:52:43