KATALOG KARYA TULIS MENGATASI ANAK BERBOHONG No : 2014.4411 Berita - Technologi © 2014-05-20 : 08:25:31 (2811 hari 11:45:32 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 1463 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama () Status Karya Tulis : Editor Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat MalamThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu () merupakan lagu pilihan MIS 2 Mutiara Sukma Suryantie dipersembahkan dengan inspirasi : Setiap pagi selalu menampilkan nuansa yang berbeda meskipun objeknya sama.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-22 05:59:56] RESENSI KARYA TULIS :
MENGATASI ANAK BERBOHONG (Suryantie,2014).-- Banyak orang tua merasa cemas menghadapi anak berbohong sehingga tidak sedikit yang meminta abantuan para psikiater. Banyak orang tua merasa cemas menghadapi anak berbohong sehingga tidak sedikit yang meminta abantuan para psikiater.
Dibawah ini ada 7 tips mengatasi anak berbohong :

    1. Orang Tua sebagai Teladan Kejujuran.-- Ada pepatah tak ada asap tanpa api, maka coba cari sumber penyebab dari anak berbohong.

    Kebohongan yang dilakukan oleh seorang anak biasanya belajar dari orang tuanya yang tidak sadar telah mengajarkan kebohongan. Sebagai contoh mengatakan pada anak ketika telpon berdering, anak disuruh menjawab bahwa Ayah atau Ibu sedang pergi keluar kota atau sedang tidak ada di rumah. Padahal Ibu atau Ayah ada di tempat.

    Ini adalah contoh mendidik anak kita sendiri untuk menjadi pembohong. Solusinya, orang tua harus menjadi TELADAN KEJUJURAN bagi anak. Bilapun tdk ingin mengangkat telpon coba katakan dengan jujur bahwa Ibu atau Ayah sedang tidak mau mengangkat telpon karena Ibu atau Ayah sedang menghadapi satu fikiran yang tidak ingin diganggu. Jadi cobalah katakan bahawa Ayah atau Ibu sedang Sibuk mohon telpon lagi 30 menit kemudian.

    2. Tanamkan Nilai Kejujuran dan kebohongan.-- Banyak cara menanamkan nilai-nilai kejujuran seperti membacakan cerita-cerita bermakna tentang makna jujur dan bohong, atau tanamkan keyakinan bahwa apapun yang kita perbuat akan dicatat pada satu lembaran kehidupan.

    3. Menanamkan Rasa Bersyukur.-- Tingkatkan budaya Syukur dalam rumah tangga. Hindari rasa gengsi pribadi sebab gengsi akan mendorong lahirnya kebohongan. Melatih dan membiasakan ucapan Syukur dari setiap selesai aktivitas. Seperti Alhamdulillah sudah sampai ke rumah, Alhamdulillah sudah saampai di sekolah, Alhamdulillah mau makan siang bersama, Alhamdulillah sudah menikmati makan bersama, dll.

    4. Tempatkan sesuatu pada tempatnya.-- Memberikan contoh menempatkan sesuatu pada tempatnya dari hal yang paling sederhana. Misalnya kalau sudah makan, katakan Nak.. setelah makan / minum sebaiknya piring / gelas disimpan di sini... atau setelah selesai belajar semua pensil dan alat tulis harus ditempatkan pada kotak alat tulis bukan dibiarkan di atas meja berantakan.

    Jika terpaksa orang tua marah, maka marahlah pada tempat yang tepat. Misalkan di rumah sedang tidak ada pembantu atau tamu.

    5. Tanamkan Rasa Percaya Diri.-- Kebohongan bisa disebabkan karena rendahnya percaya diri dan tingginya gengsi. Keadaan ini kerap terjadi bahkan sering terjadi. Misalkan tiba-tiba anak murung karena nilai ulangannya jelek atau mendapat perlakuan yang tdk menyenangkan / diejek temannya di sekolah. Menghadapi hal ini orang tua dapat menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak dengan tidak lupa untuk membudayakan rasa Syukur atas kelebihan-kelebihan yang dimiliki anak.

    6. Menjaga Kepercayaan Anak.-- Adakalanya kepercayaan anak kepada orang tua hancur karena orang tua tidak dapat menjaga kepercayaan yang diberikan anak. Misalkan, anak meminta pada Ibunya untuk tidak membuang mainannya yang dibuatnya dari kertas ketika Ibunya sedang melakukan bersih-bersih rumah namun Sang Ibu tidak mengindahkannya karena dianggapnya mengotori ruangan, sehingga tanpa kompromi mainannya disertakan sebagai sampah. Atau orang tua jangan sekali-kali menceritakan kekurangan anak pada orang lain dimana anak ada disamping kita.

    7. Membangun serta Dunia Fantasi / Imajinasi Anak. Fantasi / Imajinasi adalah dunianya anak-anak. Prilaku ini bukan kebohongan hingga kita tidap perlu merisaukannya namun yang harus dilakukan adalah bagaimana meluruskan fantasi / imajinasi anak pada hal-hal yang mendekati realita.






Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Suryantie mulai gabung sejak 2881 hari 18:03:57 lalu tepatnya 2014-03-11 02:07:06. Suryantie mempunyai motto CINTA adalah Anugrah