KATALOG KARYA TULIS PENANGGULANGAN HIV /AIDS TIDAK CUKUP HANYA MELALUI KEKUATAN TEHNOLOGI No : 2013.4387 Berita - Sosial © 2013-12-05 : 14:33:01 (2977 hari 06:12:28 lalu)
KRONOLOGIS KARYA : Jumlah perolehan HITS 2458 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra Jumlah Komentar : 0 Komentator Pengiring Inspirasi : lyrict-lagu-pilihan-lama () Status Karya Tulis : kumpulan puisi mutiarasukma0 Publish
Share
>


SOUNDTRACK
Selamat MalamThe Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
Lagu () merupakan lagu pilihan MIS 1 Mutiara Sukma Ayu Lestari Dwi dipersembahkan dengan inspirasi : Setiap pagi selalu menampilkan nuansa yang berbeda meskipun objeknya sama.. Buka mata buka hati Satukan hati dan pikiran. Kastil Cinta Ku [MEMBANGUN CINTA MOMENT : 2022-01-22 05:59:56] RESENSI KARYA TULIS :
PENANGGULANGAN HIV /AIDS TIDAK CUKUP HANYA MELALUI KEKUATAN TEHNOLOGI (Ayu Lestari Dwi,2013).-- Saat ini Informasi tentang Pemahaman HIV / AIDS hanya sebatas hasil technologi . Sehingga penangannya pun hanya mengandalakan kekuatan tehnologi. Hati memang telah terkebiri di era tehnologi masa kini. Sumber : Berbagai sumber HIV atau Human Immunodeficiency Virus adalah virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuh manusia. Orang yang dalam darahnya terdapat virus HIV dapat tampak sehat dan belum membutuhkan pengobatan. Namun orang tersebut dapat menularkan virusnya kepada orang lain bila melakukan hubungan seks berisiko dan berbagi alat suntik dengan orang lain.

AIDS atau Acquired Immune Deficiency Syndrome adalah sekumpulan gejala penyakit yang timbul karena turunnya kekebalan tubuh. AIDS disebabkan oleh infeksi HIV. Akibat menurunnya kekebalan tubuh pada seseorang maka orang tersebut sangat mudah terkena penyakit seperti TBC, kandidiasis, berbagai radang pada kulit, paru, saluran pencernaan, otak dan kanker. Stadium AIDS membutuhkan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus HIV di dalam tubuh sehingga bisa sehat kembali.statistik hiv / aids di indonesia

Penularan HIV :

    Melalui hubungan seks tanpa menggunakan kondom sehingga memungkinkan cairan mani atau cairan vagina yang mengandung virus HIV masuk ke dalam tubuh pasangannya


    Dari seorang ibu hamil yang HIV positif kepada bayinya selama masa kehamilan, waktu persalinan dan/atau waktu menyusui.


    Melalui transfusi darah/produk darah yang sudah tercemar HIV. Lewat pemakaian alat suntik yang sudah tercemar HIV, yang dipakai bergantian tanpa disterilkan, terutama terjadi pada pemakaian bersama alat suntik di kalangan pengguna narkoba suntik (penasun).

Pada kasus Transfusi darah tidak berisiko penularan HIV, sebab Palang Merah Indonesia dan fasilitas kesehatan selalu melakukan pengecekan atau skrining HIV pada darah donor sebelum melakukan transfusi kepada orang lain. Darah tercemar HIV tidak digunakan.
Pencegahan Infeksi HIV :

    Abstinence – Tidak berhubungan seks (selibat)

    Be Faithful – Selalu setia pada pasangan

    Condom – Gunakan kondom di setiap hubungan seks berisiko

    Drugs – Jauhi narkoba

Mengetahui status HIV seseorang sulit dikenali. Mereka tampak sehat dan tidak menunjukkan gejala penyakit apapun. Status terinfeksi HIV hanya dapat diketahui setelah mengikuti test HIV yang disertai konseling. Segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat (Klinik VCT) untuk tes HIV.

Tes HIV dilakaukan dalam Layanan Tes HIV dan konseling yang disebut sebagai VCT (Voluntary Counseling and Testing). Tes HIV biasanya berupa tes darah untuk memastikan adanya antibodi HIV di dalam sampel darah. Tes HIV bersifat sukarela dan rahasia. Sebelum melakukan tes HIV, akan dilakukan konseling untuk mengetahui tingkat risiko infeksi dari perilaku selama ini dan bagaimana nantinya harus bersikap setelah mengetahui hasil tes HIV. Untuk tes cepat dapat juga digunakan tes usapan selaput lendir mulut (Oraquick)


Pengobatan HIV dan AIDS memang bukan vonis mati. AIDS dapat dicegah dengan pengobatan antiretroviral atau ARV. Pengobatan ARV menekan laju perkembangan virus HIV di dalam tubuh sehingga orang dengan infeksi HIV dapat kembali sehat atau bebas gejala. Namun virus HIV masih ada di dalam tubuhnya dan tetap bisa menularkan pada orang lain.


Risiko penularan kepada pasangan melalui hubungan seksual dapat dicegah dengan penggunaan kondom. Pengobatan dengan ARV juga dapat menekan pertumbuhan virus HIV dalam tubuh manusia sampai ke batas yang tidak terdeteksi sehingga risiko penularan ke pasangan dapat dikurangi, namun harus tetap menggunakan kondom.


Orang yang telah terinfeksi HIV bahkan tetap dapat memiliki keturunan dengan aman. Melalui program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA/PMTCT), penularan HIV dari ibu ke anak saat kehamilan, melahirkan dan menyusui dapat dikurangi sampai 0%. Calon orang tua dapat menekan risiko penularan pada anak dengan mengetahui status HIV sejak dini. Berkonsultasilah dengan dokter yang merawat.


Penularan HIV terjadi melalui cara-cara yang spesifik. Berinteraksi sosial dengan orang yang telah terinfeksi HIV tidak menyebabkan penularan HIV.


HIV tidak menular melalui : kolam renang umum, batuk atau bersin, gigitan nyamuk atau serangga lainnya, berbagi alat makan bersama, berjabat tangan, dan bahkan berciuman.


Infeksi Menular Seksual atau IMS adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual baik melalui vagina, anus atau mulut. Orang yang mengidap IMS memiliki risiko yang lebih besar untuk terinfeksi HIV. Perlukaan pada kelamin karena adanya IMS dapat mempermudah seseorang tertular HIV saat berhubungan seks tanpa pengaman.


Gejala yang timbul tergantung pada jenis IMS yang diderita. Beberapa gejala IMS yang mungkin timbul adalah:

    Keluarnya sekret atau nanah dari penis, vagina atau anus

    Nyeri atau terasa panas waktu kencing

    Benjolan, bintil atau luka pada penis, vagina, anus atau mulut

    Pembengkakan di pangkal paha

    Perdarahan setelah berhubungan kelamin

    Nyeri pada perut bawah (wanita)

    Nyeri pada buah pelir

Jenis penyakit Infeksi Menular Seksual : Sifilis, Kencing Nanah (Gonore), Klamidia, Herpes Genitalis, Infeksi Trikomunas, dan Kutil Kelamin.

Bila terdapat gejala di atas, jangan mengobati diri sendiri dengan obat bebas di pasaran. IMS itu mencakup banyak jenis penyakit. Segera periksakan diri anda ke layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Hindari hubungan seks atau gunakan kondom dalam hubungan seks selama masih dalam pengobatan. Agar infeksi tidak berulang, ajak pasangan untuk diperiksa dan diobati pula. Bila IMS tidak mendapakan pengobatan yang tepat, dapat meningkatkan risiko terkena infeksi HIV, kemandulan, keguguran, atau penularan IMS kepada pasangan atau bayi yang dikandung.

Pengobatan HIV dan AIDS pada dasarnya meliputi aspek Medis Klinis, Psikologis dan Aspek Sosial yang meliputi pengobatan supportive (dukungan), pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan antiretroviral.
ARV atau Antiretroviral.-- ARV merupakan singkatan dari Antiretroviral, yaitu obat yang dapat menghentikan reproduksi HIV didalam tubuh. Bila pengobatan tersebut bekerja secara efektif, maka kerusakan kekebalan tubuh dapat ditunda bertahun–tahun dan dalam rentang waktu yang cukup lama sehingga orang yang terinfeksi HIV dapat mencegah AIDS. Dengan semakin meningkatnya jumlah kasus infeksi HIV tersebut, ARV memiliki peran penting dalam menciptakan masyarakat sehat melalui strategi penanggulangan AIDS yang memadukan upaya pencegahan dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan.

Hingga saat ini, ARV masih merupakan cara paling efektif serta mampu menurunkan angka kematian dan berdampak pada peningkatan kualitas hidup orang terinfeksi HIV sekaligus meningkatkan harapan masyarakat untuk hidup lebih sehat. Sehingga pada saat ini HIV dan AIDS telah diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan seperti diabetes, asma atau darah tinggi dan tidak lagi dianggap sebagai penyakit yang pembunuh yang menakutkan.





Indonesia,
Manajemen Mutiara Sukma
Ayu Lestari Dwi mulai gabung sejak 4080 hari 12:36:05 lalu tepatnya 2010-11-28 08:09:24. Ayu Lestari Dwi mempunyai motto Jika kita enggan melakukan hal yang kecil manamungkin kita dapat melakukan tugas yang besar