MUTIARA SUKMA
The Power to be Your Best
Ilustrasi dalam Gallery Seni dan Sastra Digital Mutiara Sukma, merupakan sebuah cara untuk memperjelas informasi atau pesan yang disampaikan dalam Gallery Seni Sastra Digital Mutiara Sukma kepada pembaca pada umumnya dan para pecinta seni dan sastra pada khususnya. Ilustrasi ini hanya untuk memberikan variasi bahan ajar untuk menjadi lebih menarik, komunikatif, memotivasi, dan memudahkan pembaca / pecinta seni sastra memahami isi pesan yang disampaikan sehingga dapat membantu pembaca / pecinta seni satra untuk mengingat konsep dan gagasan yang disampaikan melalui ilustrasi.

Semua ilustrasi telah disesuaikan dengan kebutuhan jejaring internet. Oleh karena itu, kami menyarankan untuk membeli CD / VCD / DVD original.

Semoga informasin ini cukup memadai



Mutiara Sukma
MUTIARA SUKMA
Gallery Seni Sastra Digital

Tutup Halaman
Terimakasih

KASTIL CINTA KU

Selamat Malam
Abi Baihaqy Jayesh
MEMUJI DIRI
.--
Seringakubertanya
Disaatmendengarorangberkatamemujikehebatandirinya
Yangkadang [Ditulis 3224 hari 01:34:22 lalu 2011-09-07 18:22:21]
Sering aku bertanya
Disaat mendengar orang berkata memuji kehebatan dirinya
Yang kadang ada benang tipis 
Menjadi tabir kesombongan 
Menjadi tumpuan keangkuhan
Hingga hampir saja melupakan bagaimana dia hanya seorang hamba

Kesombongan menggiring keluarnya keegoan
Memuji keunggulan kecerdasan dan  ilmu yang dipunya
Seolah orang lain apalah artinya
Padahal kejituan nalar yang diagungkan
Bisa jadi tak lebih tajam dari pena yang tumpul sekalipun
Keangkuhan 
Disaat jasmani dielokkan menjadi tampan bak arjuna
Di cantikkan laksana dewi dari kahyangan
Satu ketika  di saat usia memakan umurnya
Keriput menggelayut
Kemolekan berganti bagai ulat lemah tak berdaya

Berbantah
Berdebat
Berlomba menjadi yang terhebat dalam berkata
Berpandai bersilat lidah menebar wacana
Senang menampilkan jurus mematikan lawan bicara
Lalu diri manakah yang pantas di sombongkan
Bagian tubuh mana yang patut dipamerkan
Jika tahu tak lama lagi akan kembali melemah
Dan ketahuilah keluasan pikir dan ilmu
Tak lebih dari setetes air di samudera