WAKTU HARI INI
SUBUHTERBITDZUHURASHARMAGHRIBISYA
04:29:0005:51:0011:45:0015:07:00 17:39:00 18:53:00

The Power to be your best
ternyata tak ku duga, di sini mulai cerita
 
2012.3539 - 212.ABD
KRONOLOGIS KARYA » SYAIR PAGI PECAH DI MATAHARI ± Puisi - Kemanusiaan © abdulmalik. Posted : Senin, 2012-03-19 : 09:06:01 (1898 hari -03:22:46 lalu) HITS : 3094 Mutiara Sukma Portal Karya Seni dan Sastra lyrict-lagu-pilihan-lama () kumpulan puisi mutiarasukma25
  RESENSI :
bercerita tentang rakyat jelata yang terzalimi
Karya inspirasi ini bebas dibagikan
  SELENGKAPNYA :
SYAIR PAGI PECAH DI MATAHARI abdulmalik .--    Sumber : abdul malik

syair pagi pecah di matahari


siang pecah di ladang ilalang

hening perenungan terusik igauan

semut dan lebah dirampas

dari istananya.

 

siang pecah di huma tandus

bening embun membasuh keruh ambisi

istana semut dan lebah

di bangun dari pasir janji.

 

siang pecah di hati geram

janji matahari hanya memberi guram

semut dan lebah di pisahkan

dari hati dan cintanya.

 

siang pecah di matahari

tertelan menjadi bara berduri

semut dan lebah di kebiri

kolam susu madu hanya mimpi pagi.

 

medan, 09 03 2012

abdul malik


Karya Terkait :

SYAIR PAGI PECAH DI MATAHARI

bercerita tentang rakyat jelata yang terzalimi | Tanggal publikasi: Senin, 2012-03-19 : 09:06:01
Sumatera, Rabu,2012-03-19 09:06:01
Salam Hormat
Abdul Malik

Abdul Malik mulai gabung sejak 1903 hari -15:06:56 jam lalu tepatnya Rabu, 2012-03-14 20:50:11. Abdul Malik dilahirkan di Medan mempunyai motto Aku adalah lelaki sederhana yang berpikir dan bertindak untuk menjadi lebih baik.
Puisi : 74 Karya
Sajak : 1 Karya
Pantun : 1 Karya
Total : 76 Karya Tulis
Kastil Cinta Ku, 2017-05-30 | 05:43:15
DAFTAR KARYA TULIS Abdul Malik


Isi Komentar SYAIR PAGI PECAH DI MATAHARI 3539
Nama / NameEmail
Komentar / Comment
BACK




ATAU berikan Komentar mu untuk karya SYAIR PAGI PECAH DI MATAHARI 3539 di Facebook


Terimakasih
KASTIL CINTA KU Selasa,



CORNER KASTIL CINTAKU Mutiara Sukma
Seseorang dicerminkan dari buah fikirannya.
MIS Mutiara Sukma : Dian Tandri | Suryantie | Ade Suryani | Arum Banjar Sarie | Ambar Wati Suci | Chintia Nur Cahyanti